Menu

Jumat, 30 Desember 2016

Jam Piket Organ Tubuh
Unknown

Jam Piket Organ Tubuh

Jam Piket Organ Tubuh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dr. William Adi Tedja, TCM, MA, dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta Barat, menyatakan bahwa ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM) mengenal jam piket organ atau disebut juga oriental biorhythmic. Dalam waktu 24 jam, tubuh membagi diri menjadi 12 area, masing-masing area mewakili satu organ dan memiliki aktivitas chi (energi vital) maksimal.

Pukul 19.00-21.00, misalnya, chi lambung berada pada posisi yang sangat rendah untuk beraktivitas. Akibatnya, kerja organ lambung kurang maksimal. Karena itu, Sinse David Sungahandra menganjurkan pasien yang kelebihan berat badan untuk berhenti makan sebelum pukul 19.00.

Penderita tifus biasanya mengalami peningkatan suhu tubuh pada jam-jam tertentu. Hal ini, katanya, karena aktivitas chi usus besar pada posisi lemah. Chi limpa terlalu lemah pada pukul 21.00-23.00, sehingga sering timbul reaksi menggigil. Penderita asma yang mengalami kekambuhan pada pukul 03.00-05.00 karena aktivitas chi paru-paru mencapai puncaknya bersamaan dengan menurunnya chi kandung kemih.

"Kalau asma kambuh pada pukul 05.00-07.00 karena ak
... baca selengkapnya di Jam Piket Organ Tubuh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Continue reading →

Sabtu, 24 Desember 2016

Bawalah Terbang Ikan Ini
Unknown

Bawalah Terbang Ikan Ini

Bawalah Terbang Ikan Ini Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku mulai menjalani kehidupanku sebagai siswa SMA. Banyak kenangan indah yang telah kulalui bersama teman-temanku sewaktu masih di SMP, dan itu semua masih kuingat. Ya tentu saja, baru sebulan yang lalu aku lulus. Aku kini bergabung dengan sekolah baru dan teman baru, hanya saja ada sesuatu yang masih lama.

Ujian akhir semester 1 sudah kulewati, maka tibalah libur panjang. “Horeee…!”, itulah teriakan histeris anak SMA jaman sekarang. Seolah-olah mereka memiliki radar khusus di telinga mereka, hal sekecil apapun yang berkaitan dengan kata ‘libur’ akan sampai ke telinga mereka dengan cepat, mendahului speaker merk TOA yang terpasang dekat lapang upacara ataupun speaker-speaker kecil di setiap kelas. Entahlah, itu masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Beberapa teman SMP-ku sepakat untuk mengadakan reuni kecil-kecilan di salah satu villa milik temanku. Karena acaranya mendadak, maka yang hadir pun tidak terlalu banyak.
Setelah melewati jalan yang cukup berliku-liku dan disusul oleh tanjakan dan turunan, akhirnya terlihatlah sebuah villa kecil yang
... baca selengkapnya di Bawalah Terbang Ikan Ini Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Continue reading →

Kamis, 22 Desember 2016

Wiro Sableng #83 : Wasiat Iblis
Unknown

Wiro Sableng #83 : Wasiat Iblis

Wiro Sableng #83 : Wasiat Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : WASIAT IBLIS

SATU

DUA penunggang kuda hentikan kuda masing-masing ketika tiba-tiba hujan turun menerpa bumi. Walau tidak lebat namun hawa tanah basah yang naik ke udara menyekat liang hidung membuat dua orang tadi mendengus beberapa kali.
"Tanda celaka apa pula ini! Hujan turun padahal matahari bersinar terik di atas batok kepala!" Berkata penunggang kuda di sebelah kanan. Dia mengenakan pakaian hitam berupa jubah panjang. Wajah dan kepalanya kelihatan aneh. Matanya sebelah kanan besar membeliak tapi yang kiri kecil seolah terpejam. Kepalanya sulah namun hanya sebelah kiri saja sedangkan sebelah kanan ditumbuhi rambut lebat. Pada keningnya terdapat tiga buah guratan tegak. Guratan di sebelah tengah lebih tinggi dari dua di kiri kanan. Kumis melintang dan berewok sangar liar menutupi hampir separuh wajahnya.
Jubah hitam, keadaan wajah dan kepala, tanda di kening serta sepasang mata yang aneh merupakan tanda pengenal yang tidak dapat disangsikan lagi oleh orang-orang rimba persilatan untuk adanya manusia satu ini. Dia adalah tokoh silat golongan hitam dikenal dengan julukan Tiga Bayangan Setan. Orang ini muncul membawa kegegeran dalam dunia persilatan sejak satu tahun lalu. Kabarnya dia membabat banyak tokoh-tokoh silat di kawasan timur. Lalu menghantam ke barat. Bahkan pesisir utara ikut disapunya. Selama malang melintang
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #83 : Wasiat Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Continue reading →

Selasa, 20 Desember 2016

Luka Tak Berdarah
Unknown

Luka Tak Berdarah

Luka Tak Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa malam membawa secangkir racun di hatiku, membuatku lumpuh tak berdaya. Awalnya aku sudah cukup bahagia. Karena OVJ yang menemani malamku, serta mulai membuka kehidupan baruku. Namun Dedy mengahancurkan semangat hidupku, Dia patahkan sayapku lagi, dia membuatku trauma kembali. Apakah ini sifat aslimu? Satu tahun lebih aku mengenalmu, tak pernah kamu separah itu melontarkan kata-kata kasar padaku. Sekarang malah kamu caci maki aku sepuas hatimu. Apa karena kamu telah mengenalnya?” Aku salah mengenalmu selama ini. Malam penuh luka, berhujan air mata, serta kamu iris-iris hatiku hingga hancur.

Dedy sms: “Maaf menganggu. Aku harap sekarang jangan pernah menghubungiku lagi ataupun mengganggu hubunganku dengan Cinta, karena aku sudah tidak peduli dengan hidupmu. Kamu dekat dengan Dendy ataupun jadian dengannya silahkan itu terserah kamu. Aku punya hak untuk hidupku. Masalah Flasdisk dan Uang itu ambil, itung-itung itu sedekahku untuk kamu. Jangan ganggu Cinta karena aku yang mengejar-ngejarnya. Bukan Cinta. Thanks…”

Setelah membaca pesannya, tak terasa air mata pun m
... baca selengkapnya di Luka Tak Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Continue reading →

Jumat, 16 Desember 2016

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline
Unknown

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya sedang bepergian dan membawa laptop, saya akan mencari tempat yang mempunyai hot spot (saluran internet nirkabel). Saya sering mencari hot spot gratis baik di kafe, hotel, maupun bandara untuk membaca e-mail yang masuk maupun kirim e-mail yang penting, atau sekadar menyapa anak yang kuliah di Malaysia. Anak-anak saya kalau pergi juga demen sekali mencari hot spot.

Tetapi, kalau Anda sedang jalan-jalan ke Riau Daratan (Ridar) di musim kering, Anda tidak perlu repot-repot mencari hot spot, karena Ridar merupakan gudangnya hot spot yang jumlahnya bisa puluhan sampai ratusan. Hot spot di Riau gratis manis. Kalau musim kering dan panas sekali, akan muncul hot spot baru yang membuat penduduk di Ridar sampai ke Malaysia dan Singapura kalang kabut. Maklum host pot-nya berhubungan dengan sesuatu yang benar-benar ‘HOT’, yaitu api, yang menghasilkan bencana asap.

Hot spot atau titik api di Riau jumlahnya sampai dua ratus sekian (ini yang saya baca pada tahun yang lalu) yang menyebabkan negeri jiran, yaitu Malaysia dan Singapura ikut menderita terkena imbas bencana asap. Saya yakin, jumlah titik api jauh lebih banyak dari jumlah ter
... baca selengkapnya di Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Continue reading →

Senin, 12 Desember 2016

Sehari Sebagai Patriot
Unknown

Sehari Sebagai Patriot

Sehari Sebagai Patriot Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku aku berada dalam ruangan luas dengan dinding serba putih. Keanggunannya sebagai sebuah bangunan kokoh masih tampak walaupun catnya kusam dan sudah mengelupas. Langit-langitnya yang tinggi seputih kertas yang sedang aku dekap. Detikan jam dinding merayap meniti waktu. Jemariku mengeras karena sudah terlalu lama mengetuk-ngetuk meja. Hatiku bertanya mengapa aku harus terdampar dalam ruangan kelas ini. Lima huruf alphabet yang terdepan bergaung dari getaran pita suara teman-temanku. Aku tarikan ujung pensilku melingkari salah satu huruf itu dengan terpaksa sementara kepalaku masih menempel di punggung meja. Biar saja aku menderita penyakit miopi. Aku tak peduli. Telingaku terlalu jenuh untuk mendengarkannya. Pelajaran Bahasa Indonesia yang membosankan hingga mulutku terus mengepul layaknya kereta lokomotif.
“Kalau menguap ditutup mulutnya,” ucap Vita terganggu.
“Biar saja,” ucapku keras kepala.

Sementara Guru bahasa Indonesia yang aku juluki Pak Santa Klaus terus mendongeng den
... baca selengkapnya di Sehari Sebagai Patriot Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Continue reading →

Rabu, 26 Oktober 2016

Jangan Marah Dong Putri
Unknown

Jangan Marah Dong Putri

Jangan Marah Dong Putri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku berjalan tergesa-gesa melewati lorong sekolah. Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Sial, benar-benar sial. Aku terlambat lagi. Kali ini Putri pasti tidak akan memaafkan aku. Aku makin mempercepat jalanku menuju gedung perpustakaan. Jam segini warga di sekolahku memang masih beraktifitas. Ada kegiatan ekstrakulikuler, belajar tambahan, kegiatan kelas, belajar kelompok, dan lain-lain. Dan sekarang aku sudah ada janji dengan Putri untuk belajar bersama di perpustakaan. Sebenarnya janjinya dari satu jam yang lalu. Tetapi aku terlalu asyik bermain PlayStation di rumah temanku hingga lupa waktu.

Kuhentikan kakiku di depan pintu perpustakaan. Dengan nafas yang masih putus-putus, kuperhatikan sekilas seluruh ruang perpustakaan mencari sosok Putri. Ternyata dia masih disini, membaca buku sambil bertopang dagu. Kulangkahkan kaki menuju tempatnya. Dia selalu memilih tempat di dekat jendela ketika kami belajar bersama.

Aku memberanikan diri untuk menyapanya, “Hai, Put.” Putri menatapku, tetapi dia mengalihkan pandangannya kembali ke buku, tidak menjawab sapaanku. Aku kembali menyapanya, dan kali ini disertai alasan kenapa aku terlambat.

“Maaf ya, Putri. Aku keasyikan main PS di rumah Gio, sampai lupa waktu.” Kudengar dia menghela nafas, menutup buku yang dibacanya dan memasukkannya ke dalam tas. Dia berdiri dan meninggalkanku. Aku heran, kemudian bertanya padanya, “lho, Put. Mau kemana? Kita nggak jadi belajarnya?”

“B
... baca selengkapnya di Jangan Marah Dong Putri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →

Senin, 24 Oktober 2016

Seleksi Profesional, Kabinet Profesional
Unknown

Seleksi Profesional, Kabinet Profesional

Seleksi Profesional, Kabinet Profesional Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Beberapa waktu lalu Presiden Yudhoyono (SBY) menyatakan tak ada broker untuk masuk kabinetnya. Namun pernyataan tersebut agak susah dibuktikan konsistensinya mengingat Presiden juga manusia biasa yang tak lepas dari lingkungan sosialnya. Presiden tentu punya lingkar orang kepercayaan, dari yang paling punya kedekatan sosial-emosional, hingga yang punya kedekatan secara politis.

Orang-orang di lingkungan lingkar utama RI-1 ini bisa jadi besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan SBY. Dalam kaitan itu, sampai saat ini setidaknya belum jelas apa saja kriteria rinci untuk memilih anggota kabinet. Hal yang paling umum disebutkan kepada khalayak untuk melaksanakan hak prerogatif Presiden itu adalah soal kapabilitas dan akseptabilitas dari kandidat yang bersangkutan.

Masyarakat hanya menduga-duga bahwa semestinya Presiden punya semacam indeks guna menentukan apakah akan merekrut seseorang menjadi anggota kabinetnya dan menempatkannya di pos tertentu. Hal ini mengingat perusahaan yang skala cakupannya sangat mikro saja biasanya melakukan seleksi saat mau menambah atau mempromosikan pegawai.

Jelasnya lembaga kepresidenan yang menent
... baca selengkapnya di Seleksi Profesional, Kabinet Profesional Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →

Rabu, 19 Oktober 2016

Kakek dan Cucu
Unknown

Kakek dan Cucu

Kakek dan Cucu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, ?Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?? Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, ? Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.?

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, ?Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,? Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember seba
... baca selengkapnya di Kakek dan Cucu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →
Penantian Sang Ayah
Unknown

Penantian Sang Ayah

Penantian Sang Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.

Benar saja, di sebuah tikungan, sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.

Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak mema
... baca selengkapnya di Penantian Sang Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →

Minggu, 09 Oktober 2016

Wiro Sableng #11 : Raja Rencong Dari Utara
Unknown

Wiro Sableng #11 : Raja Rencong Dari Utara

Wiro Sableng #11 : Raja Rencong Dari Utara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

DISAMPING BUKIT KARANG YANG curam itu terletak sebuah bangunan batu yang dikelilingi tembok setinggi sepuluh tombak. Diluar tembok berderet-deret barisan pohon kelapa yang daunnya melambai-lambai ditiup angin laut. Bangunan yang terletak didekat pantai ini terdiri dari sebuah rumah besar yang pada kedua ujungnya terdapat sebuah bangunan bertingkat berbentuk menara.

Bangunan ini adalah sebuah pesantren yang dipimpin oleh seorang Kyai bernama Suhudilah. Karena itulah pesantren ini dinamakan Pesantren Suhudilah.

Disamping ilmu agama Kyai Suhudilah juga mengajarkan ilmu silat dan ilmu kesaktian kepada murid muridnya. Karena Kyai Suhudilah lama sekali bermukim di Turki, maka jurus jurus ilmu silatnya banyak dipengaruhi oleh jurus jurus silat Turki. Dengan sendirinya ilmu silat tersebut disamping aneh juga hebat sekali. Pada masa itu nama Pesantren Suhudilah telah terkenal didelapan penjuru angin Pulau Andalas bahkan juga sampai sampai ketanah Jawa.

Saat itu telah rembang petang. Satu dua jam dimuka sang surya segera akan tenggelam, kembali masuk keperaduannya dan baru akan muncul lagi esok pagi. Dibawah menara timur kelihatan dua orang berjubah. Keduanya sama sama tua dan sama sama berjanggut putih. Mereka sedang asyik bermain dam. Yang seorang menyodorkan buah damnya kedepan membuat satu perangkap yang tak bisa dihin
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #11 : Raja Rencong Dari Utara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Continue reading →

Selasa, 04 Oktober 2016

Panggil Aku Pahlawan Penghianat
Unknown

Panggil Aku Pahlawan Penghianat

Panggil Aku Pahlawan Penghianat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ribuan, bahkan jutaan manusia memenuhi Taman Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sukamenang. Sebuah Desa yang berada di ujung Negeri Indonesia. Puluhan orang yang menggotong keranda kematian, saling silang untuk mengganti sudut pemikul keranda. Mereka berharap dapat mencatat jasa terakhir untuk kematianku, walau hanya sebatas mengangkat jenazahnya. Maklum, aku adalah aktifis yang selalu membela hak orang lain. Dari abang becak, tukang ojek, mahasiswa, buruh, TKW, pedagang kakilima hingga pekerja seks komersial alias lonthe. Kini mereka datang untuk kali terakhir; mengantarkan jasadku untuk kemudian dikubur bersama cerita semasa di dunia.

Aku terbunuh dalam sebuah becak, saat aku hendak pulang. Bukan karena becak yang kutumpangi tertabrak mobil. Tetapi karena aku minum air mineral yang belakangan diketahui sudah dimasuki racun air seni seorang pengidap HIV/AIDS. Virusnya secara cepat kemudian menjalar ke sekujur tubuhku, hingga aku terkulai lemas diatas becak tak berdaya. Persis seorang laki-laki terkena HIV/ AIDS atau seperti pe*is impoten yang tak mampu menembus liang va*ina karena ia sudah menjadi benang basah. Lemas. Lunglai. Tak berdaya. Akhirnya aku mati sebelum sampai di Rumah Sakit.

Aku sudah dimasukkan ke dalam liang lahat. Gelap. Tak ada lampu. Apek. Sebentar lagi cacin
... baca selengkapnya di Panggil Aku Pahlawan Penghianat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →

Senin, 26 September 2016

Tunanetra? Aku Bisa!
Unknown

Tunanetra? Aku Bisa!

Tunanetra? Aku Bisa! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Awalnya aku ragu dalam menghadapi hidup ini, banyak anak manusia yang memandang pertemanan hanya melalui fisik saja tanpa melihat dasar isi hati yang paling dalam. Aku ragu dalam memilah milih teman, apa lagi partner yang sesungguhnya sangat ingin sekali kumiliki.

Di sekolah, banyak sekali teman yang menjauhiku, mencampakkanku, dan menganggap ku tak ada. Aku sedih dan kecewa dengan semua yang dilakukan temanku. Apakah mungkin hanya karena keterbatasan fisik yang aku miliki, mereka tega melakukan perbuatan yang sudah ku anggap sangat keji itu? Atau adakah alasan lain yang lebih logis dan dapat dengan mudah ku terima tentang pembully-an – pembully-an yang mereka tindaskan padaku? Entahlah aku tak dapat berpikir apa-apa lagi tentang ini.

“Fitrah!” Seorang teman dari jauh memanggilku yang sedang mendengarkan rekaman yang sengaja ku rekam ketika guru bahasa Indonesiaku menerangkan suatu pelajaran. Tampaknya ia sedang membutuhkan bantuanku yang terlihat dari nada suaranya yang lirih. Atau jangan-jangan Ia hanya menjebakku agar aku terkecoh dan rencana yang telah di susun kawan-kawanku untuk membully-ku kembali terulang dan berhasil menggoreskan luka d
... baca selengkapnya di Tunanetra? Aku Bisa! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →

Kamis, 22 September 2016

Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju
Unknown

Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju

Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Gubuk di tengah rimba belantara itu tenggelam dalam kesunyian dan kegelapan malam. Satu pertanda tidak ada orang atau penghuni di dalamnya. Seekor burung hantu mengepakkan sayapnya di cabang sebuah pohon lalu mengeluarkan suara aneh menggidikkan bagi siapa saja yang mendengarnya. Pada saat itulah lapat-lapat di kejauhan terdengar suara langkah-langkah kaki kuda. Agaknya binatang ini tidak berlari kencang melainkan berjalan perlahan dalam kegelapan malam.

Binatang itu sampai di depan gubuk. Penunggangnya ternyata seorang lelaki dan seorang perempuan. Yang lelaki turun lebih dahulu lalu membantu yang perempuan. Perempuan ini tampak menggendong sesuatu yang ternyata adalah seorang bayi terbungkus dalam kain tebal.

"Kau masuklah lebih dulu. Aku akan menyembunyikan kuda ......" berkata yang lelaki.

Suaranya hampir berbisik. Setelah istri dan anak dalam gendongan masuk ke dalam gubuk, lelaki itu cepat-cepat menuntun kudanya, membawanya ke satu tempat berpohon dan bersemak belukar rapat.

Kuda itu ditambatkannya pada sebatang pohon. Lalu dia kembali ke gubuk. Baru saja orang ini sampai di depan gubuk, belum sempat melangkah masuk tiba-tiba sat
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Continue reading →

Rabu, 21 September 2016

Pompom Girls Cheerleaders Team
Unknown

Pompom Girls Cheerleaders Team

Pompom Girls Cheerleaders Team Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Kinara! Kinara!” panggil Raisa sambil mengejar Kinara yang berlari kencang sambil terus menangis. Kinara yang melihat Raisa mengejarnya segera membelokkan arah ke kamar mandi. Terdengar dari luar suara Raisa yang berteriak memanggil namanya, “Kinara! Kamu dimana, sih?!” Lima menit kemudian, Raisa telah berputus asa dan memutuskan untuk kembali ke tempat latihan.

Kinara bernafas lega. Namun ia tetap masih mengeluarkan sedikit air matanya. “Hiks, hiks… kenapa semakin mendekati hari-H perlombaan aku semakin payah dalam Cheerfull Cheerleaders Team-ku… aku, kan, jadi malu sama yang lain. Aku takut diejek dan dijauhi. Huhuhu…,” isak Kinara sesenggukan.

Kinara memang ikut dalam klub Cheerfull Cheerleaders Team disekolahnya. Namun Kinara payah sekali dalam melakukan cheerleaders. Jika tubuhnya diangkat, ia tak kuat berdiri. Jika menahan tubuh yang diangkat, ia tak kuat menahannya. Jika main pompom… “AHA!” ter
... baca selengkapnya di Pompom Girls Cheerleaders Team Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Continue reading →

Jumat, 09 September 2016

Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan
Unknown

Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan

Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Hujan turun menggila malam itu. Bunyi derunya menegakkan bulu roma. Apalagi angin bertiup kencang, memukul daun pepohonan, menambah seramnya pendengaran. Sesekali kilat menyambar seperti hendak membelah bumi di malam gelap gulita itu. Kemudian menggelegar suara guntur. Bumi bergoncang seperti mau amblas, langit seolah-olah hendak runtuh!Nyanyian itu dinyanyikan berulang kali oleh Ratu Mesum. Dan WiroBanyu Abang banyu yang sejukAir terjun Banyu Abang terletak di gunung berapi yang telah mati.

"Hujan keparat!" maki pemuda berpakaian putih yang lari di bawah

hujan lebat itu. Sekujur tubuh dan pakaiannya basah kuyup. Karenanya

dia tak merasa perlu lagi mencari tempat untuk berteduh. Lagi pula di

mana akan ditemukan tempat berlindung di dalam rimba belantara lebat

itu. Daun-daun pepohonan besar tidak kuasa membendung curahan air

hujan. Kilat menyambar, mem
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Continue reading →

Selasa, 06 September 2016

Wiro Sableng #159 : Bayi Satu Suro
Unknown

Wiro Sableng #159 : Bayi Satu Suro

Wiro Sableng #159 : Bayi Satu Suro Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE

Sri Paduka Ratu Penguasa Laut Utara perhatikan air di dalam nampan. Lalu berkata " Nyai Tumbal Jiwo, Patih Wira Bumi, jika memang kalian inginkan bayi itu, sebelum tengah hari besok kita akan mendapatkannya. Ada petunjuk bayi itu akan dibawa ke tanah Jawa.Terserah apa kalian ingin melakukan sekarang atau menunggu sampai bayi berada di tanah Jawa." Sri Paduka Ratu, kami dikejar waktu. Kalau boleh memohon kami ingin pekerjaan ini dilakukan sekarang juga." Kata Nyai Tumbal Jiwo. Nyi Kuncup Jingga menghadap lurus-lurus ke arah Nyai Tumbal Jiwo dan Patih Wira Bumi. "Sebagai jaminan kalian tidak berdusta dan tidak akan melanggar janji, atas nama Sri Paduka Ratu maka Patih Kerajaan selaku yang berkepentingan harus menyerahkan mata kirinya!" NyaiTumbal Jiwo tersurut satu langkah. Patih Wira Bumi melengak kaget dan pucat wajahnya.

***

PESTA besar yang diadakan Wira Bumi di Gedung Kepatihan di maksudkan untuk tanda syukur atas pengangkatan dirinya sebagai Patih Kerajaan berubah menjadi malapetaka.

Ditemani Pendekar 212 Wiro Sableng, Nyi Retno Mantili berhasil menyusup ke tempat pesta. Meskipun Wiro dapat mencegah Nyi Retno Mantili membunuh Patih Kerajaan yang adalah suaminya sendiri, namun tiga orang
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #159 : Bayi Satu Suro Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Continue reading →

Kamis, 03 Maret 2016

Yuk Lihat 5 Planet Tata Surya Sepanjang Maret 2016
Revis

Yuk Lihat 5 Planet Tata Surya Sepanjang Maret 2016

Posted: 02 Mar 2016 12:04 AM PST



Melihat konjungsi planet. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Maret 2016 adalah bulan terbaik tahun ini untuk melihat planet Jupiter. Bumi mengorbit Matahari lebih cepat daripada Jupiter, dan pada tanggal 8 Maret 2016, akan ada peristiwa oposisi Jupiter, peristiwa ketika Matahari-Bumi-Jupiter satu garis lurus. Tapi tak hanya Jupiter, akan ada Merkurius, Venus, Mars dan Saturnus yang bisa dilihat bulan ini.

Merkurius Hilang Dalam Silau Cahaya Fajar

Pada minggu-minggu terakhir Januari 2016 hingga dua minggu pertama Februari 2016, kita sempat melihat Merkurius bergabung dengan empat planet pagi lainnya--Venus, Saturnus, Mars dan Jupiter--yang membuat pertama kalinya lima planet Tata Surya muncul berbarengan sejak terakhir kali tahun 2005.

Pada Maret 2016, Merkurius akan terbit sebelum fajar tiba di awal-awal bulan ini, tapi mungkin ia akan berkedudukan terlalu dekat dengan Matahari sehingga kecerlangannya kalah dengan silau Matahari. Planet terdekat Matahari ini akan berayun ke "belakang" Matahari pada tanggal 23 Maret, untuk transisi dari langit pagi ke langit malam.

Kesempatan untuk melihat Merkurius pada Maret ini memang kecil, namun teleskop akan membantu Anda menemukannya. Sekitar dua minggu setelah Merkurius berpindah ke langit malam pada akhir Maret, Anda dapat menemukan Merkurius di langit Barat saat Matahari terbenam mulai akhir minggu pertama bulan April 2016. Stay tuned!


Venus Paling Terang di Langit Fajar

Tidak peduli di mana Anda berada di Bumi, pada Maret 2016 ini Planet Venus akan tetap dengan mudah ditemukan di langit Timur saat fajar. Venus adalah benda paling terang ketiga di langit setelah Matahari dan Bulan. Dengan cahayanya yang tidak berkelap-kelip, menemukan Venus sebelum olahraga pagi akan sangat mudah.

Venus akan terbit sekitar dua jam sebelum fajar tiba, namun pada akhir Maret 2016 ini, Venus akan terbit sekitar satu jam sebelum Matahari terbit. Jika diamati dengan mata telanjang, Venus hanya akan nampak bagai bintang kuning super-terang, lebih terang dari bintang-bintang sungguhan di sekitarnya. Untuk melihatnya nampak lebih besar, Anda dapat menggunakan teleskop.

Mars Muncul dari Tengah Malam Hingga Subuh

Mars memang tidak seterang Venus. Namun, Mars memiliki keunikan, yakni cahayanya kemerahan. Dan pada Maret 2016 hingga beberapa bulan ke depan, cahaya Mars akan semakin terang mendekati oposisinya.

Mars terbit di Timur menjelang tengah malam, tepatnya pada pukul 23:00 waktu lokal daerah Anda. Ia akan bergerak semu ke Barat hingga menjelang Matahari terbit. Cahayanya yang kemerahan dan tidak berkelap-kelip akan memudahkan Anda menemukannya di langit.

Namun begitu, Mars juga tidak akan nampak besar. Seperti Venus, Mars hanya nampak bagai bintang kecil di langit karena jaraknya yang jauh dari Bumi. Anda bisa menggunakan teleskop untuk melihat Planet Mars lebih dekat.

Mars akan semakin terang pada bulan ke bulan, sampai Planet Merah ini akan memuncak kecerlangannya pada bulan Mei 2016. Percaya atau tidak, kecelangan Mars akan menyamai kecerlangan Jupiter di langit Bumi!

Jupiter Muncul Sepanjang Malam

Jupiter adalah satu-satunya planet di Tata Surya yang bakal muncul segera setelah Matahari terbenam hingga menjelang Matahari terbit keesokan harinya sepanjang Maret 2016. Jupiter juga akan mencapai oposisi pada tanggal 8 Maret 2016.

Ketika oposisi, Jupiter akan berada satu garis lurus terhadap Matahari dan Bumi, membuatnya terbit tepat saat Matahari terbenam lalu terbenam tepat saat Matahari terbit. Pada oposisi pula, Jupiter akan nampak lebih terang karena berjarak sedikit lebih dekat ke Bumi (sekitar 660 juta km).

Oposisi Jupiter ini terjadi kurang dari satu hari sebelum fase Bulan Baru, sehingga membuat langit cukup gelap sehingga nyaman untuk pengamatan. Tapi dalam pandangan mata telanjang, Jupiter tidak akan nampak besar, ia hanya akan nampak bagai bintang terang yang cahayanya konstan alias tidak berkelap-kelip. Untuk melihat kabut atau awan di Jupiter serta empat satelit alami terbesarnya (Io, Ganymede, Europa dan Callisto), Anda butuh teleskop.

Saturnus Ditemani Bintang Antares

Ya, sepanjang Maret 2016, Planet Saturnus akan bersinar di dekat bintang Antares, bintang paling terang di rasi bintang Scorpius. Planet bercincin ini akan terbit sekitar pukul 01:00 dinihari waktu setempat. Pada akhir Maret 2016, Saturnus akan terbit sekitar sebelum tengah malam waktu setempat daerah Anda.

Dari kelima planet yang terlihat di langit, Saturnus adalah yang paling redup. Namun tetap terlihat dengan mata telanjang. Jika diamati dengan mata, Anda tidak akan melihat cincin Saturnus, Anda hanya akan melihat Saturnus yang muncul bagai bintang kecil kuning keemasan yang cahayanya tidak berkelap-kelip. Untuk melihat cincin Saturnus yang megah, Anda harus menggunakan teleskop.

Mengapa Kita Bisa Melihat Planet-planet Ini?

Mungkin Anda bertanya, kenapa kita melihat planet-planet padahal mereka tidak memancarkan cahayanya sendiri? Jawabannya adalah, sebab mereka mengorbit Matahari dan memantulkan cahayanya. Proses yang sama seperti Bulan, ia tidak memancarkan cahaya sendiri alias memantulkan cahaya Matahari yang diterimanya sehingga kita mampu melihatnya di langit.

Namun jangan berharap Anda akan melihat kenampakan planet-planet Tata Surya dalam ukuran besar yang sebenarnya. Karena Tata Surya yang begitu luas, jarak antar planet sangaaaaaaaaaaaaaaaaatt berjauhan. Sehingga Anda hanya akan melihat kelima planet Tata Surya di atas bagai melihat bintang namun cahayanya tidak berkelap-kelip alias konstan.

Jadi, sudah siap untuk melihat planet-planet ini? Selamat berburu planet Tata Surya!

Untuk memudahkan Anda menemukan planet-planet ini, Anda bisa mengunduh aplikasi peta langit yang cocok untuk gawai Anda, klik di sini: infoastronomy.org/unduh
Posted: 01 Mar 2016 09:27 PM PST
Ilustrasi. Kredit: Mirror.co.uk
Info Astronomy - Bolehkah memotret Gerhana Matahari? Inilah pertanyaan yang paling banyak tim Info Astronomy terima. Kita semua tahu bahwa melihat langsung ke arah Matahari sangat buruk bagi mata kita, kita perlu kacamata berfilter Matahari untuk melihatnya secara aman. Lalu, apa jadinya jika dipotret?

Mata kita tidak boleh menatap langsung ke Matahari karena silau cahaya Matahari dapat merebus retina mata. Sementara kamera tidak memiliki retina, sehingga tidak akan rusak jika terpapar sinar Matahari. Namun, yang rusak adalah sensor kamera Anda.

Jadi bagaimana cara Anda agar bisa mengambil foto Gerhana Matahari dengan aman tanpa merusak mata dan tanpa merusak sensor kamera? Berikut panduan praktis dari kami!

Sebelum mengarahkan ke arah Matahari, pastikan kamera Anda sudah dilapisi filter Matahari. Sebab selain nantinya hasil foto akan lebih bagus dan tajam, filter Matahari juga akan melindungi sensor kamera Anda dari kerusakan.

Berhati-hatilah saat Anda memegang kamera untuk mengarahkannya kehingga Matahari, jangan sampai mata Anda ikut-ikutan menatap Matahari, bahkan saat gerhana sedang berlangsung. Gunakan kacamata Matahari Anda untuk melindungi mata.

Jika Anda ingin mendapatkan foto yang bagus dan baik saat gerhana Matahari, sebuah ide yang cemerlang jik Anda menaruh kamera pada tripod. Dengan adanya tripod, hasil foto tidak goyang dan Anda bisa mengarahkannya ke arah Timur saat puncak Gerhana Matahari Total maupun Parsial 9 Maret 2016.

Anda bisa mendapatkan foto gerhana Matahari yang menawan jika Anda menggunakan optical zoom 12x, tapi sayangnya fitur seperti ini tidak akan Anda temukan pada kamera smartphone. Jika tidak menggunakan optical zoom 12x, piringan Matahari yang bakal Anda potret akan sangat kecil.

Nah, itulah tips memotret Gerhana Matahari dari kami. Anda bisa unduh ebook panduan dan informasi Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 untuk mengetahui kapan, jam berapa dan berapa durasi gerhana Matahari di daerah Anda, klik di sini: infoastronomy.org/gerhana-2016
Posted: 01 Mar 2016 08:34 PM PST
Kredit: Roscosmos
Info Astronomy - Astronot NASA Scott Kelly bersama dua kosmonot Rusia Mikhail Kornienko dan Sergey Volkov telah berhasil tiba di Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pukul 11:25 WIB dengan menumpangi kapsul Soyuz TMA-18M yang mendarat di Zhezkazgan, Kazakstan.

Mereka menghabiskan lebih dari dua jam perjalanan pulang setelah undock dari ISS pada pukul 08:02 WIB pagi tadi. Mereka juga telah melewati fase deorbit selama 4 menit 49 detik pada pukul 10:32 WIB.

Ketiga antariksawan yang baru pulang ini, dua di antaranya telah menghabiskan 340 hari di ISS, yakni Scott Kelly dan Mikhail Kornienko. Namun, ketiganya akan langsung ikut tes dan pemulihan massa otot segera setelah mereka mendarat ini.

Scott Kelly akan melakukan tes fungsional otot dan tulang di Johnson Space Center NASA, tes ini juga akan meneliti bagaimana respon tubuh manusia setelah tinggal di gravitasi mikro untuk waktu yang lama. Sementara Mikhail Kornienko dan Sergey Volkov akan menuju Moskow, Rusia untuk tes yang hampir sama.

Memahami bagaimana pemulihan seorang astronot setelah menjalani misi luar angkasa yang sangat lama ini adalah bagian penting dalam perencanaan untuk misi ke luar angkasa berikutnya: Planet Mars.

Sementara itu, kepulangan Scott Kelly dan dua kosmonot Rusia ini menyisakan anggota misi Ekspedisi 47, yakni Komandan Timothy Kopra dari NASA, Yuri Malenchenko dari Roscosmos (Rusia), dan Timothy Peake dari ESA (European Space Agency). Mereka akan melanjutkan penelitian dan pemeliharaan ISS hingga tiga astronot baru akan meluncur pada 18 Maret 2016, yakni astronot NASA Jeff Williams dan dua kosmonot Rusia Oleg Skriprochka dan Alexey Ovchinin.

Welcome home, astronauts!
Posted: 01 Mar 2016 07:07 PM PST
Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016
Info Astronomy - Peristiwa langka dan paling mengesankan bakal terjadi pada 9 Maret 2016: Gerhana Matahari Total! Ini adalah kali pertama Gerhana Matahari Total lintasi Indonesia di era modern. Terakhir kali, Gerhana Matahari Total lintasi Indonesia pada tahun 1983. Apa istimewanya Gerhana 2016 ini?

Yang jelas, Indonesia adalah tuan rumahnya! Jalur lintasan Gerhana Matahari Total amat sangat panjang. Jalur totalitas Gerhana 2016 ini membentang dari Samudra India hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana ini selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer. Uniknya, hanya wilayah Indonesia yang dilintasi jalur total, tepatnya ada 12 provinsi di Indonesia.

Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi. Namun, tidak semua daerah di provinsi itu dilintasi jalur totalitas gerhana.

Semetara itu, untuk daerah-daerah yang dilintasi dari 12 provinsi di atas adalah, Palembang (dengan durasi gerhana 1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Balikpapan (1 menit 9 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palangkaraya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), serta Halmahera (1 menit 36 detik).

Totalitas Gerhana Matahari di wilayah Asia Tenggara. Dokumen: Info Astronomy
Sementara itu, daerah lain yang tidak mendapat Gerhana Matahari Total, tetap bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana sebagian ini terlihat di Padang (95,43 persen), Bandung (88,76 persen), Denpasar (76,53 persen), Kupang (65,49 persen), Surabaya (83,08 persen), Banjarmasin (98 persen), Manado (96,66 persen), Jakarta (88,76 persen), Pontianak (92,96 persen), Makassar (88,54 persen), serta Ambon (86,90 persen), termasuk daerah sekitarnya yang berdekatan.

Apa Bedanya dengan Gerhana 1983?

Jelas berbeda. Mulai dari beda generasi pengamat, jalur lintasan gerhana total pun berbeda. Walau begitu, Gerhana 1983 juga cukup istimewa, peristiwa Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 11 Juni 1983 termasuk istimewa karena termasuk gerhana terlama, yakni lebih dari 5 menit. Berbeda dengan Gerhana 2016 yang paling lama 3 menit.

Pada Gerhana 1983, jalur lintasan Gerhana Matahari Total melalui Pulau Jawa, Sulawesi, Kepulauan Aru hingga Papua bagian Selatan. Sayangnya, ada yang mengganjal pada Gerhana 1983, yakni pelarangan masyarakat oleh pemerintah untuk melihat gerhana.

Jalur Gerhana Matahari Total 11 Juni 1983. Kredit: NASA
Tahun 1983 adalah era informasi satu arah. Pemerintah melalui Deppen dengan gencar mensosialisasikan bagaimana cara menghadapi Gerhana Matahari Total. Masyarakat diimbau untuk tidak melihat Gerhana Matahari secara langsung karena dapat mengakibatkan kebutaan. 

Bumbu mitos Batara Kala yang makan Matahari pun ikut diembuskan untuk menambah kesan betapa seramnya peristiwa Gerhana Matahari Total ini. Suara dari para ahli astronomi untuk berpikir logis dan realistis dalam menyikapi peristiwa ini kala itu tentu saja kalah gaungnya dari suara pemerintah. Para ahli dan turis dari mancanegara berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk menjadi saksi peristiwa ini, tapi rakyat sendiri malah disuruh ngumpet di rumah.

Jangan Sampai "Hari Pembodohan Nasional" Terulang

Menatap Matahari dengan mata telanjang jelas berbahaya. Selain memancarkan cahaya terang benderang, Matahari juga melepaskan energi berupa panas. Bila seseorang menatap Matahari secara langsung dalam waktu yang cukup lama, maka energi panas Matahari akan terkonsentrasi pada bagian tengah retina.

Celakanya, bagian ini tidak memiliki reseptor rasa sakit. Kita tidak akan merasa apa-apa sampai jaringan retina mata secara harafiah “dimasak” oleh energi Matahari. Akibatnya jelas, mata akan mengalami kerusakan permanen.

Untuk bisa menatap Matahari secara langsung, kita harus menyingkirkan setidaknya 99,9968% dari energi yang diterima dari Matahari. Angka ini (terutama pada dua digit terakhir itu) jelas bukan angka mistis yang turun dari langit. Besaran itu didapat dari hasil pengukuran yang akurat terhadap energi yang dipancarkan Matahari berbanding yang mampu diterima oleh organ retina mata tanpa merusaknya.

Ini bisa diperoleh lewat filter khusus untuk pengamatan Matahari, yang hanya menyalurkan setidaknya 0,0032% cahaya. Cara-cara semacam melihat melalui film, pita magnetik, CD, gelas buram, melihat dalam air di baskok dan sebagainya itu sebenarnya masih belum cukup aman untuk melindungi retina dari kerusakan. Cahaya Matahari sama sekali tidak diredam dengan hal-hal tersebut.

Tapi itu bukan berarti kita harus mengurung diri dalam rumah saat terjadi gerhana. Berada diluar rumah pada saat Gerhana Matahari sama amannya dengan berada di luar rumah pada hari-hari biasa, sepanjang kita tidak menatap langsung ke arah Matahari. Namun pada saat Matahari berada dalam fase gerhana total, adalah aman untuk menatap Matahari secara langsung (ingat, hanya pada saat fase total!).

Saat fase gerhana total terjadi, langit akan terasa gelap bagaikan malam hari. Hewan-hewan siang juga bersiap untuk tidur, ayam pun berkokok, dan suara jangkrik mulai bersahut-sahutan. Bintang-bintang juga akan terlihat saat fase gerhana total.

Penjelasan ilmiahnya, karena walaupun ukuran (diameter) Bulan 400 kali lebih kecil dari Matahari, letaknya juga 400 kali lebih dekat. Dengan demikian, saat fase total, ketika Bulan tepat berada segaris dengan Matahari, ukuran Bulan akan tepat sama besar dengan ukuran piringan Matahari, dan secara efektif akan menghalangi bagian Matahari yang paling terang dari pengelihatan.

Saat itu kita bisa sejenak meninggalkan peralatan filter untuk menatap pemandangan langka itu: Matahari dengan gemerlap koronanya yang bependar ditengah gelapnya langit siang hari.

Bagi yang sempat menyaksikan fase total gerhana 1983 dengan mata kepala sendiri, kami ucapkan selamat. Bagi yang saat itu memilih mengurung diri di dalam rumah, jangan khawatir karena pulau Jawa masih akan dilewati Gerhana Matahari Total lagi pada Senin, 12 Januari 2252 nanti.

Continue reading →

Minggu, 21 Februari 2016

Kamis, 18 Februari 2016

Waktu
Revis

Waktu




Do'a ini tak sebanyak
waktu yang terengkuh
waktu yang terlepas
penggal-penggal yang hilang
pada jalan yang kadang
terjal menikung dan tajam
berbatu...

Senafas lafas namaMu
yang bergegas menerjang
labirin dan pintu-pintu
ruang hati ruang benak
yang kian berderak
dimakan zaman
Hamba bersama genangan
bahkan samudera kesabaran
bertahan dalam badai
berjuang dalam amukan musim
seperti waktu-waktu
yang terus kembali
berakhir dan bermula
bagai pagi dan senja
menunggu sampai habis
dan akan menunggu sampai batas
Continue reading →
Laguku
Revis

Laguku




Sebuah lagu adalah jendela 
Antara kau dan aku 
Untuk saling pandang 
Saling lempar makna 
Saling titip kata-kata 
Bahasa yang mungkin 
Maksudku begini saja 
Lalu kau memperluaskannya

Entah ia kaca ataupun kayu 
tembok batu atau terbuka begitu saja... 

Laguku kadang embun 
Di kaca jendela... 
Pernah pula ia lumut 
Di dinding lembab 
Atau kali ini ia hanya 
Serpihan rapuh kayu 
Yang remah diperebutkan 
Rayap...
Continue reading →

Rabu, 10 Februari 2016

Revis

Pepatah, Petitih, Mamang, Bidal, Pantu, Gurindam

BIDANG SOSIAL BUDAYA
Idrus Hakimy Dt Rajo Panghulu
1. Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso barek.
Beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat

  1. Anak ikan dimakan ikan, gadang ditabek anak tenggiri. Ameh bukan perakpun bukan, budi saketek rang haragoi
    Hubungan yang erat sesama manusia bukan karena emas dan perak, tetapi lebih diikat budi yang baik.
  2. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi.
    Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemulian hanya didapat dengan budi yang tinggi
  3. Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.
    Sifat seseorang yang tegas bertindak atas kebenaran dengan penuh bijaksana
  4. Tarandam randam indak basah, tarapuang apuang indak hanjuik.
    Suatu persoalan yang tidak didudukan dan pelaksanaannya dilalaikan.
  5. Anjuik labu dek manyauak, hilang kabau dek kubalo.
    Karena mengutamakan suatu urusan yang kurang penting hingga yang lebih
    penting tertinggal karenanya.
  6. Anguak anggak geleng amuah, unjuak nan tidak babarikan.
    Sifat seseorang yang tidak suka berterus terang dan tidak suka ketegasan
    dalam sesuatu.
  7. Alua samo dituruik, limbago samo dituang.
    Seorang yang mentaati perbuatan bersama dan dipatuhi bersama.
  8. Alang tukang binaso kayu, alang cadiak binaso Adat, alang arih binaso tubuah.
    Seseorang yang pengetahuannya tidak lengkap serta keahliannya tidak cukup
    dalam mengerjakan sesuatu.
  9. Alat baaluah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak
    baturuik ingiran bathin nan baliku.
    Seseorang yang tidak mau dibawa kejalan yang benar menandakan mentalnya
    telah rusak
  10. Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti
    musim sandi Adat jangan dianjak
    Walaupun tahun silih berganti musim selalu beredar, tetapi pegangan hidup
    jangan dilepas.
  11. Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai
    nan buruak samo dibuang.
    Yang baik sama dipakai, yang buruk sama ditinggalkan.
  12. Anak-anak kato manggaduah, sabab manuruik sakandak hati, kabuik tarang
    hujanlah taduah, nan hilang patuik dicari.
    Sekarang suasana telah baik, keadaan telah pulih, sudah waktunya
    menyempurnakan kehidupan.
  13. Anggang nan datang dari lauik, tabang sarato jo mangkuto, dek baik budi
    nan manyam buik, pumpun kuku patah pauahnyo.
    Seseorang yang disambut dengan budi yang baik dan tingkah laku yang sopan,
    musuh sekalipun tidak akan menjadi ganas.
  14. Anjalai pamaga koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato
    kato, umpamo santan jo tangguli.
    Seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik orang yang dihadapi.
  15. Atah taserak dinan kalam, intan tasisiah dalam lunau, inyo tabang
    uleklah tingga, nak umpamo langgau hijau.
    Seseorang yang menceraikan istrinya yang sedang hamil, adalah perbuatan
    tidak baik.
  16. Aia diminum raso duri, nasi dimakan raso sakam.
    Seseorang yang sedang menanggung penderitaan bathin.
  17. Adaik rang mudo manangguang rindu, adaik tuo manahan ragam.
    Sudah lumrah seorang pemuda mempunyai suatu idaman, dan lumrah seorang yang telah tua menahan banyak karena umurnya.
  18. Alah limau dek mindalu, hilang pusako dek pancarian.
    Kebudayaan asli suatu bangsa dikalahkan oleh kebudayaan lain.
  19. Adat dipakai baru, jikok kain dipakai usang.
    Adat Minang Kabau kalau selalu diamalkan dia merupakan ajaran yang bisa
    berguna sepanjang zaman.

    =B=
  20. Basuluah mato hari, bagalanggang mato rang banyak.
    Suatu persoalan yang sudah diketahui oleh umum didalam suatu masyarakat.
  21. Baribu nan tidak lipuah, jajak nan indak hilang.
    Satu ajaran yang tetap berkesan, yang diterima turun temurun.
  22. Bariak tando tak dalam, bakucak tando tak panuah.
    Seseorang yang mengaku dirinya pandai, tetapi yang kejadiannya sebaliknya.
  23. Bajalan paliharolah kaki, bakato paliharolah lidah.
    Hati-hatilah dalam berjalan begitu juga dalam melihat, sehingga tidak menyakiti orang lain.
  24. Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.
    Setiap pekerjaan yang dikerjakan secara bersama.
  25. Baguru kapadang data, dapek ruso baling kaki, baguru kapalang aja, nan
    bak bungo kambang tak jadi.
    Suatu pengetahuan yang tanggung dipelajari tidak lengkap dan cukup, kurang
    bisa dimamfaatkan.
  26. Bakato bak balalai gajah, babicaro bak katiak ula.
    Suatu pembicaraan yang tidak jelas ujung pangkalnya.
  27. Bapikia kapalang aka, ba ulemu kapalang paham.
    Seseorang yang mengerjakan sesuatu tanpa berpengetahuan tentang apa yang
    dikerjakannya.
  28. Bak kayu lungga panggabek, bak batang dikabek ciek.
    Suatu masyarakat yang berpecah belah, dan sulit untuk disusun dan diperbaiki.
  29. Batolan mangko bajalan, mufakat mangko bakato.
    Dalam masyarakat jangan mengasingkan diri, dan bertindak tanpa mufakat.
  30. Bak kancah laweh arang, bapaham tabuang saruweh.
    Seseorang yang besar bicaranya, dan tidak bisa merahasiakan yang patut
    dirahasiakan.
  31. Bak balam talampau jinak, gilo ma-angguak-anguak tabuang aia, gilo
    mancotok kili-kili.
    Seseorang yang sifatnya terlalu cepat mempercayai orang lain, tanpa
    mengetahui sifat orang lain tersebut.
  32. Bakarih sikato muno,patah lai basimpai alun ratak sabuah jadi tuah,
    jikok dibukak pusako lamo, dibangkik tareh nan tarandam lah banyak ragi nan barubah.
    Karena banyaknya yang mempengaruhi kebudayaan kita yang datang dari luar,
    kemurnian kebudayaan Adat istiadat mulai kabur dari masyarakat.
  33. Batang aua paantak tungku, pangkanyo sarang sisan, ligundi disawah
    ladang sariak indak babungolai. Mauleh jokok mambuku, mambuhua kalau manggasan, kalau budi kelihatan dek urang, hiduik nan indak baguno lai.
    Seseorang dalam masyarakat yang telah kehilangan kepercayaan, karena
    tindakannya yang kurang teliti dalam suatu hal. Sehingga kehilangan
    kepercayaan terhadap dirinya.
  34. Basasok bajarami, bapandam pakuburan, soko pusako kalau tadalami,
    mambayang cahayo diinggiran.
    Kalau ajaran adat dapat didalami dan difahami, serta diamalkan oleh
    masyarakat, maka masyarakat itu akan menjadi tinggi mutunya
  35. Basasok bajarami, bapandam pakuburan.
    Adalah syarat mutlak bagi satu negri di Minang Kabau
  36. Bapuntuang suluah sia, baka upeh racun sayak batabuang, paluak pangku Adat nan kaka, kalanggik tuah malambuang.
    Kalau ajaran Adat Minang Kabau benar-benar dapat diamalkan oleh anggota
    masyarakat, maka masyarakat itu akan menjadi masyarakat yang tinggi
    peradabannya dan kuat persatuannya.
  37. Bajalan batolan, bakato baiyo, baiak runding jo mufakat. Turuik
    panggaja urang tuo, supayo badan nak salamaik.
    Hormati dan turuti nasehat Ibu Bapak dan orang yang lebih tua umurnya dari
    kamu, Insya ALLAH hidupmu akan selamat.
  38. Barakyat dulu mangko barajo, jikok panghulu bakamanakan. Kalau duduak
    jo nan tuo pandai nan usah dipanggakkan.
    Sewaktu duduk bersama orang tua, baiak orang tua umurnya dari kita,
    janganlah membanggakan kepandaian kita sendiri.
  39. Bakato bapikiri dulu, ingek-ingek sabalun kanai, samantang kito urang
    nan tahu, ulemu padi nan kadipakai.
    Seseorang yang pandai dalam hidup bergaul, dia selalu umpama padi berisi,
    makin berisi makin tunduk, bukan membanggakan kepandaian.
  40. Banyak diliek jauah bajalan, lamo hiduik banyak diraso. Kalau kito
    dalam parsidangan marah jo duko usah dipakai.
    Didalam duduk rapat dalam suatu persidangan, tidak boleh berhati murung, dan
    tidak boleh bersifat marah.
  41. Biopari kato ibarat, bijaksano taratik sopan, pacik pitaruah buhua
    arek, itu nan ijan dilupokan.
    Nasehat yang baik jangan dilupakan, pegang erat-erat untuk diamalkan.
  42. Barieh balabiah limo puluah, nan warieh bajawek juo, kaganti camin
    gujalo tubuah, paukua baying-bayang maso.
    Ajaran Adat kalau didalami dia akan dapat menjadi ukuran kemajuan zaman
    dibidang moral manusia.
  43. Baitu barieh balabiahnyo, dari luhak maso dahulu, kok tidak disigi
    dipanyato, lipuah lah jajak nan dahulu.
    Tentang Adat Minamg Kabau sebagai kebudayaan daerah kalau tidak dibina dan
    dikembangkan, maka hilanglah kebudayaan yang asli di Minang Kabau, karena
    di- pengaruhi kebudayaan asing.
  44. Buruak muko camin dibalah.
    Seseorang yang membuat kesalahan karena kebodohannya, tetapi yang
    disalahkannya orang lain atau peraturan.
  45. Banggieh dimancik, rangkiang disaliangkan.
    Marah kepada satu orang tetapi semua orang yang dimusuhi.
  46. Barajo Buo Sumpu Kuduih tigo jo rajo Pagaruyuang, Ibu jo bapak pangkanyo manjadi anak rang bautang.
    Kesalahan seorang anak, akan banyak tergantung kepda didikan kedua ibu
    bapaknya.
  47. Bak cando caciang kapanehan, umpamo lipeh tapanggang.
    Seseorang yang tidak mempunyai sifat ketenangan, tetapi selalu keluh kesah
    dan terburu buru.
  48. Bak lonjak labu dibanam,umpamo kacang diabuih ciek.
    Seseorang yang mempunyai sifat angkuh dan sombong, sedang dia sendiri tidak
    tahu ukurannya dirinya.
  49. Bak ayam manampak alang, umpamo kuciang dibaokkan lidieh.
    Seseorang yang sangat dalam ketakutan, sehingga kehidupannya kucar kacir.
  50. Bak caro tontoang diladang, umpamo pahek ditokok juo barunyo makan,
    urang-urang ditanggah sawah digoyang dulu baru manggariek.
    Seseorang yang tidak tahu kepada tugas dan kewajibannya sehingga selalu
    menunggu perintah dari atasan, tidak mempunyai inisiatif dalam kehidupan.
  51. Bak sibisu barasian, takana lai takatokan indak.
    Seseorang yang tidak sanggup menyebut dan mengemukakan kebenaran, karena mempunyai keragu-raguan dalam pengetahuan yang dimiliki.
  52. Bak baruak dipataruahkan, bak cando kakuang dipapikekkan.
    Seseorang hidup berputus asa, selalu menunggu uluran tangan orang lain,
    tidak mau berusaha dan banyak duduk bermenung.
  53. Bak manjamua ateh jarami, jariah abieh jaso tak ado.
    Pekerjaan yang dikerjakan tanpa perhitungan, sehingga menjadi rugi dan sia
    sia.
  54. Bak balaki tukang ameh, mananti laki pai maling.
    Menunggu suatu yang sulit untuk dicapai, karena kurang tepatnya perhitungan
    dan ha- rapan yang tak kunjung tercapai.
  55. Baulemu kapalang aja, bakapandaian sabatang rokok.
    Seseorang yang tidak lengkap pengetahuan dalam mengerjakan sesuatu, atau
    kurang pengetahuannya.
  56. Bunyi kecek marandang kacang, bunyi muluik mambaka buluah.
    Seseorang yang besar bicara tetapi tidak ada memberi hasil.
  57. Baguno lidah tak batulang, kato gadang timbangan kurang.
    Pembicaraan yang dikeluarkan secra angkuh dan sombong, tidak memikirkan
    orang lain akan tersinggung.
  58. Bak bunyi aguang tatunkuik, samangaik layua kalinduangan.
    Seseorang yang tidak bisa bicara karena banyak takut dan ragu dalam
    pendirian.
  59. Bak itiak tanggah galanggang, cando kabau takajuik diaguang.
    Seseorang yang sangat tercegang dan takjub dengan sesuatu, sehingga tidak
    sadarkan diri sebagai seorang manusia.
  60. Bungkuak saruweh tak takadang, sangik hiduang tagang kaluan.
    Seseorang yang tidak mau menerima nasehat dan pendapat orang lain, walaupun dia dipihak yang tidak benar sekalipun.
  61. Bumi sampik alam tak sunyi, dio manjadi upeh racun.
    Biasanya orang yang disebut dalam no.61 diatas menyusah dan menjadi batu penarung.
  62. Bak umpamo gatah caia, bak cando pimpiang dilereng, iko elok etan
    katuju.
    Sifat seorang laki-laki atau perempuan yang tidak mempunyai pendirian dan
    ketetapan hati dalam segala hal.
  63. Basikelah anggan kanai, basisuruak jikok kanai, tasindoroang nyato
    kanai.
    Sifat yang harus dihindarkan, seorang yang tidak mau bertanggung jawab atas
    segala perbuatannya.
  64. Budi nan tidak katinjauan, paham nan tidak kamaliangan.
    Seseorang yang tidak mau kelihatan budi, dan selalu hati-hati dalam berbuat
    bertindak dalam pergaulan.
  65. Bak basanggai diabu dingin, bak batanak ditungku duo.
    Suatu pekerjaan yang sia-sia dan kurang mempunyai perhitungan.


  1. Bak taratik rang sembahyang, masuak sarato tahu, kalua sarato takuik.
    Seseorang yang mengerjakan sesuatu dengan penuh ketelitian dan menguasai segala persoalannya.
  2. Bak galagak gulai kincuang, bak honjak galanggang tingga.
    Seseorang yang berlagak pandai dalam sesuatu, tetapi yang sebenarnya kosong
    belaka.
  3. Bak ayam lapeh malam, bak kambiang diparancahkan.
    Seorang yang kehilangan pedoman hidup serta pegangan, berputus asa dalam
    sesuatu.
  4. Bak balam talampau jinak, gilo maangguak tabuang aia, gilo mancotok
    kili kili.
    Seseorang yang mudah dipuji sehingga kalau telah dipuji bisa terbuka segala
    rahasia.
  5. Bagai kabau jalang kareh hiduang, parunnyuik pambulang tali, tak tantu
    dima kandang nyo.
    Seseorang yang keras kepala tak mau menerima nasehat orang lain, sedangkan
    dia sendiri tak memahami tentang sesuatu.
  6. Bak umpamo badak jantan, kuliek surieh jangek lah luko, namun lenggok
    baitu juo.
    Seorang yang tidak tahu diri, sudah tua disangka muda, ingin kembali cara
    yang muda.
  7. Bak ma eto kain saruang, bak etong kasiak dipantai.
    Suatu persoalan yang tidak berujung berpangkal dan tidak ada keputusannya
    dalam masyarakat.
  8. Barundiang siang caliak-caliak, mangecek malam agak-agak
    Berbicaralah dengan penuh hati-hati dan jangan menyinggung orang lain.
  9. Bak manungkuih tulang didaun taleh, bak manyuruakan durian masak.
    Suatu perbuatan jahat walaupun bagaimana dia pandai menyembunyikannya,
    lambat laun akan diketahui orang lain juga.
  10. Bilalang indak manjadi alang, picak-picak indak jadi kuro-kuro. Walau
    disapuah ameh lancuan, Kilek loyang kan tampak juo.
    Setiap penipuan yang dilakukan dan ditutup dengan kebaikan, dia akan
    kelihatan juga kemudian.
  11. Bak mandapek durian runtuah, bak mandapek kijang patah.
    Seseorang yang mendapat keuntungan dengan tiba-tiba, yang tidak dikira pada
    mulanya.
  12. Bagai sipontong dapek cicin, bak mancik jatuah kabareh.
    Nikmat yang diperdapat sedang orang yang bersangkutan lupa dari mana asal
    mula- nya,dan menjadikan dia lupa diri.
  13. Bak kabau dicucuak hiduang umpamo langgau di ikua gajah.
    Seseorang yang selalu menurut kemauaan orang lain, tanpa mengeluarkan
    pendapat hatinya.
  14. Bak mamaga karambia condong, bak ayam baranak itiak.
    Pengetahuan seseorang yang tidak dapat dimamfaatkan dan berfaedah bagi
    dirinya, tetapi menguntungkan kepada orang lain.
  15. Bak mangantang anak ayam, umpamo basukek baluik hiduik.
    Suatu masyarakat karena kurang keahlian sulit untuk disusun dan dikoordinir.
  16. Bak mahambek aia hilia, bak manahan gunuang runtuah.
    Mengerjakan suatu pekerjaan berat yang harus dikerjakan bersama, dikerjakan
    sendirian, dan tidak mempunyai keahlian pula tentang itu.
  17. Bak mancari jajak dalam aia, bak mancari pinjaik dalam lunau.
    Mencari sesuatu yang mustahil didapat, walaupun sesuatu itu ada.
  18. Bak manatiang minyak panuah, bak mahelo rambuik dalam tapuang.
    Suatu pekerjaan yang dikerjakan dengan hati-hati dan teliti, karena
    memikirkan akibatnya.
  19. Bak aia didaun kaladi, bak talua diujuang tanduak.
    Sesuatu yang sulit menjaganya dalam pergaulan, kalau hilang atau jatuh
    hilang semua harapan, seperti kehilang budi dari seseorang.
  20. Bak manggadangkan anak ula, umpamo mamaliharo anak harimau.
    Seseorang yang didik dari kecil dengan ilmu pengetahuan, tetapi kelak
    setelah dia besar dibalas dengan perbuatan yang jahat.
  21. Bak aia jatuah ka kasiak, bak batu jatuah ka lubuak.
    Sesuatu persoalan yang diajukan, tetapi dilupakan buat selamnya, yang
    seharusnya perlu lu ditekel dengan segera.
  22. Bak bagantuang di aka lapuak, bak bapijak didahan mati.
    Seseorang yang mengantungkan nasib pada orang yang sangat lemah ekonomi dan pemikirannya.
  23. Bak ayam indak ba induak, umpamo siriah indak ba junjuang.
    Suatu masyarakat atau anak-anak yang tidak ada yang akan memimpin atau
    memeli-haranya.
  24. Bak malapehkan anjiang tasapik, bak mangadangkan anak harimau.
    Seseorang yang ditolong dengan perbuatan baik diwaktu dia dalam kesempitan
    tetapi setelah dia terlepas dari kesulitan, dia balas dengan kejahatan.
  25. Bak api didalam sakam, aia tanang mahannyuik kan.
    Seseorang yang mempunyai dendam diluar tidak kelihatan, tetapi setelah
    terjadi kejahatan saja baru diketahui.
  26. Bak tapijak dibaro angek, bak cando lipeh tapanggang.
    Seseorang yang sifatnya tergesa-gesa, berbuat tanpa memikirkan akibat.
  27. Bak maungkik batu dibancah, bak manjujuang kabau sikua.
    Suatu pekerjaan yang sukar dikerjakan, dan kalau dikerjakan menjadi sia-sia,
    bahkan menimbulkan kesulitan.
  28. Baban barek singguluang batu, kayu tapikua dipangkanyo
    Suatu pekerjaan yang dikerjakan tetapi tidak ada keuntungan materil yang
    diharapkan (social)
  29. Bak kudo palajang bukik, umpamo gajah paangkuik lado.
    Suatu pekerjaan bersamasalah seorang dari orang yang berjasa dalam pekerjaan
    itu tidak diberi penghargaan sewajarnya.
  30. Bak banang dilando ayam, bak bumi diguncang gampo.
    Suatu kerusuhan dan kekacauan yang timbul dalam suatu masyarakat yang sulit
    untuk diatasi.
  31. Bak baluik di gutiak ikua, bak kambiang tamakan ulek.
    Seseorang yang mempunyai sifat dan tingkah laku yang kurang sopan dan tidak
    memperdulikan orang lain yang tersinggung karena perbuatannya.
  32. Babana ka ampu kaki, ba utak ka pangka langan.
    Seseorang yang mudah tersinggung dan mudah berkelahi karena hal kecil.
  33. Baumpamo batuang tak bamiyang, bak bungo tak baduri.
    Seseorang yang tidak mempunyai sifat malu dalam hidup, baik laki 2 dan
    perempuan
100. Basilek dipangka padang, bagaluik diujuang karieh, kato salalu
baumpamo, rundiang salalu bamisalan.
Pepatah, petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat Minang Kabau,
selalu mempunyai arti yang tersurat dan tersirat ( berkias )

101. Bakato sapatah dipikiri, bajalan salangkah madok suruik.
Setiap yang akan dikatakan hendaklah dipikirkan lebih dahulu, sehingga
perkataan itu tidak menyinggung orang lain.

102. Bajalan paliharolah kaki, maliek paliharolah mato.
Menurut adat berjalan dan melihat, bahkan setiap gerak dan perilaku
hendaklah di- awasi, jangan sampai merussak perasaan orang lain.

103. Bukik putuih rimbo kaluang, dirandang jaguang dihanggusi. Hukum putuih badan tabuang, dipandang gunuang ditangisi.
Seseorang yang berpantun diwaktu dia akan menjalani hukuman karena melawan penjajah Belanda.
=C=
104. Camin nan tidak namuah kabua, palito nan tidak kunjuang padam.
Ajaran Adat/Syarak di Minangkabau bagaimanapun tetap dicintai dan dihormati oleh masyarakatnya
105. Cadiak jan bambuang kawan, gapuak nan usah mambuang lamak, tukang nan tidak mambuang kayu.
Dalam pergaulan hendaklah bisa mempergunakan semua orang, jangan dengan
jalan bertindak sendiri, walaupun cukup mempunyai kecerdasan.

106. Condong jan kamari rabah, luruih manantang barieh Adat.
Didalam pergaulan hendaklah mempunyai pendirian yang kokoh, dan selalu
dijalan yang benar.

107. Cupak basitalago panuah, undang maisi kandak, bak kain pambaluik tubuah, paralu dipakai tak buliah tidak.
Adat dan Syarak di Minangkabau adalah dua ajaran yang mutlak dipakai dan
diamalkan.

108. Capek kaki ringan tangan, capek kaki indak panaruang, ringan tangan
bukan pamacah.
Sifat pemuda-pemudi yang terpuji dan dikehendaki oleh Adat dan agama di
Minang kabau. Yakni tangkas dan kesatria tetapi tidak melampaui kesopanan.

109. Cadiak malam biguang siang, gilo maukia kayu tagak.
Seseorang yang panjang angan-angan, tetapi satupun tak dapat dikerjakannya,
rencana tinggal rencana, mempunyai sifat pemalas.

110. Cancang tadadek jadi ukia, kuah talenggang ateh nasi.
Suatu pekerjaan yang tidak terduga salah melaksanakannya, tetapi karena
keahliannya dapat menjadi baik.

111. Cinto banyak parisau ragu, budi manunggu di ulemu, paham babisiak
didalam bathin.
Sifat seseorang yang selalu mengelamun, tetapi tak berani melahirkan maksud
hati.

112. Caliak anak pandang minantu, mato nan condoang ka nan elok.
Seorang ibu/bapak hendaklah mencari menantunya yang sesuai dengan anaknya.
113. Calak-calak ganti asah, pananti tukang manjalang datang, panunggu dukun manjalang tibo.
Seseorang yang dapat bertindak sementara tenaga yang diharapkan dan ditunggu datang, (memberikan pertolongan pertama)
114. Cabua samo dibuang, usua samo dipamain.
Setiap kita harus menjauhi perbuatan cabul, dan selalulah mempergunakan
informasi dengan sebaik-baiknya.


=D=
115. Dek ribuik rabahlah padi, dicupak datuak tumangguang, hiduik kalau tidak babudi, duduak tagak kamari tangguang.
Seseorang yang tidak berbudi pekerti yang baik maka hidupnya dalam
masyarakat serba susah dan sukar mendapat teman.

116. Dicancang pua manggarik andilau.
Seorang membikin malu semua keluarga merasa malu.
117. Dimudiak tubo dilapeh, dihilia lukah mananti, ditanggah jalo takambang, dilua parangkok makan.
Suatu pekerjaan dalam masyarakat, atau suatu persoalan yang tidak dapat
mengelak- kan diri dari padanya.

118. Dek ketek taanjo-anjo, lah gadang tabao-bao, lah tuo tarubah tido,
sampai mati manjadi paranggai.
Setiap pekerjaan yang dibiasakan mengerjakannya semenjak kecil baik atau
buruk, sukar untuk merobahnya, bahkan sampai mati tetap akan merupakanpakaian.

119. Dimano kain kabaju, diguntiang indaklah sadang, lah takanak mangko
diungkai, di- mano nagari namuah maju, Adat sajati nanlah hilang, dahan jo rantiang nan dipakai.
Kamajuan suatu negri di Minangkabau, tidak akan dapat dicapaidengan baik,
kalau kiranya ajaran Adat diamalkan tidak sepenuh hati, atau tinggal sebutan.

120. Dalam aia buliah diajuak, dalam hati siapo tahu.
Manusia bisa mengetahui yang lahir, yang bathinnya dalam hati manusia hanya Tuhan yang mengetahuinya.
121. Dimano bumi dipijak, disinan langik dijunjuang, dimano sumua dikali
disinan aia disauak, dimano nagari diunyi disinan Adat dipakai.
Ajaran Adat Minangkabau dapat diamalkan dimana saja, asal pandai
menyesuaikan diri dengan masyarakat yang kita gauli.


122. Darah samo dikacau, dagiang samo dilapah, tanduak samo ditanam.
Meresmikan penggangkatan atau penobatan suatu jabatan didalam Adat seperti
melantik penghulu.

123. Dihannyuik ka aia dareh, dibuang katah lakang.
Membuang segala sifat-sifat yang jelek dan meninggalkan segala perbuatan
yang ter- cela, tidak ingin mengulang kembali.

124. Dibaok ribuik dibaok angin, dibaok pikek dibaok langgau, muluik jo hati kok balain pantangan Adat Minangkabau.
Lain dimulut lain dihati, tidak sesuai kata dengan perbuatan adalah larangan
dalam Adat Minangkabau.

125. Dikaji Adat nan ampek, itu pusako tanah Minang. Nak tuah cari sapakaik, nak cilako bueklah silang.
Bersatu teguh dan kuat, bercerai dan berpecah belah adalah kelemahan dan
kehancuran.

126. Ditiliak duduak hukum Adat, ateh bainah nan duo baleh. Sarintiak
kudarat jo iradat, dikurasai soko mangko nyo jaleh.
Untuk memahami dan mendalami ajaran Adat dan filsafatnya perlu menghendaki ketekunnan dan mau memahami arti yang tersirat.
127. Diatua cupak nan duo, dikaji kato nan ampek, dalam tambolah tasuo,
paham disinan mangko dapek.
Kalu untuk mendalami ajaran Adat dan filsafatnya jangan hanya sekedar
menangapi arti lahir kata, tetapi perlu dipahami arti yang tersirat dibelakangnya.

128. Dibilang kato nan ampek, partamo kato pusako, sanang hati santoso
tampek, disinan ado raso mardeka.
Kemerdekaan itu baru dapat dirasakan hasilnya apabila pembangunan dibidang
kesejahteraan hidup dan tempat kediaman telah cukup dan selesai.

129. Dubalang kato mandareh, pagawai kato basipaik, antaro masin jo padeh, disinan raso mangkonyo dapek.
Setelah dibandingkan ajaran Adat Minangkabau dengan Adat Adat lain, maka
disana baru jelas nilainya yang baik.

130. Dek rajin pandai nan datang, dek malu buruak tasuo, hari pagi mananti
patang, insyaflah diri dengan tubuah.
Ingatlah didalam hidup, muda akan menjadi tua, tua akan kembali kepada
asalnya yakni kembali kepada tanah.

131. Deta batiak basaluak timbo, pakaian bangsawan rang di Minang. Dek
cadiak niniak nan baduo, dituka bantuak deta datang.
Kebijaksanaan yang baik yang dapat diamalkan dalam pergaulan hidup, menjamin hubungan baik sesama angota masyarakat yang datang dan yang menanti.
132. Dibukak buhua deta datuak, disamek kain saluak timbo. Kok gapuak lamak tak dibu-ang, dek pandai alam santoso.
Kebijaksanaan dalam pergaulan, pandai menyesuikan diri menimbulkan hubungan yang harmonis sesama anggota masyarakat.
133. Dibaliak pandakian ado panurunan, dibaliak panurunan ado pandakian.
Dibalik kesusahan ada kemudahan, dibalik penderitaan ada kesenangan.
134. Ditiliak barieh jo balabeh, jo papatah pakaian rang panghulu. Supayo
budi samo marateh, nak tantu ruweh jo buku.
Kalau budi diamalkan dalam pergaulan, dapat menentukan seseorang baik dan
buruk.

135. Didalam luhak nan tigo, untuak padoman dalam hiduik, kato kiasan
didalamnyo, indaklah paham kok indak dirunuik.
Ajaran Adat Minangkabau banyak mengandung kiasan dan perumpamaan, tidaklah dapat dipahami kalau tidak benar didalami.
136. Dimaso tuo mangucambah, bukanlah tuo manyularo, sungguah kasumba alah merah tibo disago nan nyato bana.
Tentang sumber pepatah budi merah sago jadi pilihan, walaupun ada yang merah selain dari sago.
137. Dimano asa titiak palito, dibaliak telong nan batali, dari mano asa
niniak moyang kito iyo dilereang gunuang marapi.
Orang Minang asal mula keturunannya ialah dilereng gunung merapi Pariangan Padang Panjang.
138. Diagak mangko diagiah, dibaliak mangko dibalah.
Setiap pekerjaan yang akan dikerjakan hendaklah dipikirkan semasak-masaknya,
dan buatlah rencana kerja.
E=
139. Elok baso tak katuju, baik baso tak manantu.
Seseorang yang kurang perhitungan dalam pergaulan terlalu royal dengan
kawan.

140. Elok diambiak jo etongan, buruak dibuang jo mufakaik.
Didalam Adat setiap yang tidak baik, dibuang baik-baik dengan perhitungan
dan musyawarah, begitupun yang baik perlu diambil dengan mufakat.

141. Elok sairiang jo juru mudi, elok saiyo jo sakato, kok pandai bamain
budi, nan lia jinak malakok.
Kalau pergaulan dilengkapi dengan budi yang baik dan tinggi, segala
kesukaran dapat diatasi.

142. Elok nan tidak mangalua, gadang nan indak mangatanggah.
Seseorang yang tidak berani mengeluarkan pendapatnya dalam pergaulan.
143. Elok bak karabang talua itiak, eloknyo tabuang juo, indak babaliak naik
lai.
Orang pandai dan cerdik, tetapi tidak mempergunakan kepandaiannya dan
kecerdasan untuk kepentingan orang banyak.

144. Elok tungkuih tak barisi, gadak agak tak manyampai.
Seseorang yang lagaknya seperti orang pandai terlalu jelimet tetapi tidak
berhasil
.
145. Elok nagari dek panghulu, elok tapian dek nan mudo, elok masajik dek
tuanku, elok rumah dek bundo kanduang.
Baik suatu negari karena pimpinannya, begitupun Masjid, tepian karena pemuda pemudi yang tinggi budinya.
=F=
146. Faham insyaf faham nan haniang, faham sangko didoroang hati.
Keinsyafan yang sungguh datang dari hati akan menimbulkan kecintaan untuk
berbuat kebaikan.

147. Faham sak barisi antah, faham waham bambao lalai.
Keragu-raguan karena kurang keinsyafan, ia akan membawa kepada kelalaian
dalam suatu pekerjaan yang dilaksanakan.

148. Faham yakin ulemu tatap, ujuik satu pangang bunta.
Keyakinnan akan membawa ketetapan hati, dan tekun menghadapi sesuatu
pekerjaan.

149. Faham arieh balawan banyak, faham cadiak maangan urang.
Mempunyai faham yang terlalu arief menimbulkan sak wasangka, dan cerdik yang tidak dengan pengetahuan akan selalu merugikan diri sendiri.
150. Faham waham mambao lalai, faham mati mangunyah bangkai.
Ragu membawa kelalaian, cemburu buta merugikan diri sendiri.
=G=
151. Gadang ombak caliak kapasianyo, gadang kayu caliak kapangkanyo.
Menilai seseorang jangan dari pakaiannya, tetapi nilailah dari
pengetahuannya dan budi pekertinya.

152. Gadang buayo dimuaro, gadang garundang dikubangan.
Seseorang akan berkuasa dalam lingkungan dan bidangnya masing-masing.
153. Gadang sendok tak mambao, gadang suok tak manganyang, gadang antak indak lalu.
Orang yang besar bicara takabur dan sombong, biasanya tidak sebesar apa yang
di- bicarakannya yang dapat dibuatnya.

154. Gadang tungkuih tak barisi, gadang galogok tak bamalu.
Seseorang yang berlagak sombong dan angkuh biasanya dia kurang mempunyai
rasa malu.

155. Galogok kuciang kanaiak, bak mancik palajang atah.
Seseorang yang senantiasa tergesa-gesa dalam setiap pekerjaan, tetapi
hasilnya sangat mengecewakan.

156. Gadang tungkuih tak barisi, tungkuih elok pangabek kurang.
Seseorang yang bertampang pandai dan pintar, tetapi sebenarnya isi kosong
dari segala-galanya

157. Gadanglah aia banda baru, nampak nan dari mandi angin. Elok nan usang dipabaru, pado mancari ka nan lain.
Dari pada mencari sesuatu yang baru, lebih baik memelihara dan memperbaiki
yang telah ada.

158. Gadiang tak ado nan tak ratak, tak ado mingkudu nan tak bagatah.
Sifat tersalah dan lupa itu adalah sifat bagi manusia, kecuali yang qadim
hanya sifat ALLAH.

159. Gadang jan malendo, panjang jan malindih.
Kalau menjadi orang yang memegang kekuasaan jangan berbuat sekehendak hati.
160. Gadang kayu gadang bahan, ketek kayu ketek bahannyo.
Berbuatlah dalam masyarakat, baik berkorban dan bekerja sesuai dengan
kemampuan kita masing-masing.

161. Gadang agiah baonggok, ketek agiah bacacah.
Setiap pembahagian dalam bersama hendaklah disesuaikan dengan hasi yang
diperoleh.

162. Gayuang basambuik, kato bioso bajawab, himbau basahuti.
Kebaikan orang lain hendaklah dibalas dengan kebaikan dengan ikhlas dan
jujur
.
163. Gabak dihulu tando kahujan, cewang dilangiek tando kapaneh.
Ada suatu alamat dan tanda-tanda menunjukkan mara bahaya akan datang, atau kerusuhan akan terjadi.
164. Garuih tak namuah hilang walau nan luko lah sambuah bana.
Suatu kejahatan yang dibuat seseorang yang sulit dilupakan oleh orang
banyak
.
165. Geleang kapalo bak sipatuang inggok, lonjak bak labu dibanam.
Seseorang yang talen dan gagah yang dibuat-buat karena sombong dan
angkuhnya.

166. Gadang maimpok, panjang malindieh, laweh nak manyawok.
Sifat seseorang berkuasa yang ingin memperbudak orang lain dalam segala hal.
167. Guruah patuih panubo limbek, pandan tajamua disubarang, tujuah ratuih carikan ubek badan batamu mangkonyo sanang.
Seseorang yang sakit karena cinta dan rindu kepada sesuatu atau kepada
seseorang, dia akan sembuh kapan dapat bertemu atau tercapai yang
dicintainya.

168. Gadih panagak ateh janjang, gadih pancaliak bayang-bayang.
Larangan bagi seorang anak gadis di Minangkabau.
169. Galundi disawah ladang, sarik indak babungo lai, budi kalau nampak dek urang, hiduik indak baguno lai.
Baik laki-laki atau perempuan kalau budi telah kelihatan dalam pergaulan,
sulit untuk dipercaya buat selama-lamanya.

170. Gilo dimabuak bayang-bayang, gilo maukia kayu tagak.
Seseorang yang selalu hidup dalam khayalan tetapi tak mau berusaha.
171. Galang dicinto galang buliah, niaik sampai cinto basuo.
Seseorang yang memperoleh nikmat yang selama ini menjadi idamannya.
=H=
172. Habih sandiang dek bagesoh, habih miyang dek bagisia.
Pergaulan bebas antara muda dan mudi, akan menghilangkan rasa malu antara
dua insan yang berlainan jenis.

173. Habih bisa dek biaso, habih gali dek galitik.
Pekerjaan yang dilarang oleh adat dan syarak akan merupakan kebiasaan
mengerjakannya, kalau rasa malu telah hilang dari diri seseorang.

174. Hati gajah samo dilapah, hati tunggau samo dicacah.
Rasa social dalam hidup bergaul, harus melaksanakan pembahagian keuntungan dengan adil melihat kepada keuntungan yang diperoleh sesuai dengan usaha masing masing.
175. Hawa nan pantang karandahan, nafasu nan pantang kakurangan.
Nafsu itu seperti lautan tak penuh karena air dan sampah.
176. Hanyuik sarantau sagan badayuang, karano tidak mambao galah. Kanan jo kiri tak malenggong, mudharat mamfaat tak takana.
Seseorang dalam pekerjaannya tidak memikirkan kerugian dan kesakitan orang
lain.

177. Hati ibo mambao jauah, sayang dikampuang ditinggakan, hati luko
mangkonyo sambuah, tacapai niaik jo tujuan.
Seseorang yang rajin berusaha untuk mencapai cita-citanya, dia belum merasa
puas kalau belum dapat dicapainya.

178. Hujan batu dikampuang kito, hujan ameh dikampuang urang, walau bak mano misikin misikin awak, bacinto juo badan nak pulang.
Kecintaan seseorang kepada kampung halaman tumpah darahnya, walau senang badan dirantau orang namun kampung teringat juga
179. Harok diburuang tabang, punai ditangan dilapehkan.
Seseorang yang mengharapkan sesuatu yang belum tentu didapatnya, tetapi dia
telah membuang apa yang dimilikinya.

180. Hari sahari diparampek, hari samalam dipatigo.
Seseorang yang pandai mempergunakan waktu dalam hidupnya.
181. Hutang lansai dek babaia, ketek utang dek angsuran.
Hutang wajib dibayar, dan dia akan bertambah kecil kalau tetap diangsur
membayar.

182. Hulu baiak pandai batenggang, hulu malang salah galogok.
Seseorang akan bahagia kalau pandai bertengang dalam hidup, tetapi bahaya
mudah terjadi kalau tidak mempunyai perhitungan.

183. Haniang saribu aka, pikia palito hati.
Seseorang yang tenang dalam menghadapi kesulitan akan mudah mengatasi
kesulitan karena pikiran itu pelita hati.

184. Hukum jatuah sangketo sudah, dandam habih kasumat putuih.
Terciptanya perdamaian dalam masyarakat.
185. Habih dayo badan talatak, habih paham aka baranti.
Berusahalah sejauh kemampuan yang ada pada kita dalam masyarakat.
186. Hilang raso jo pareso, habih malo jo sopan, hewan babantuak manusia.
Kalau raso pareso telah lenyap dari seseorang, walaupun hilang sendirinya,
bukan disebut manusia lagi, tetapi hewan yang berbentuk manusia.

187. Hari baiak dibuang-buang, hari buruak dipagunokan.
Seseorang yang senang tiasa membuang waktu yang baik, dan memakai waktu yang banyak untuk hura hura.
=I=
188. Iduik batampek, mati bakubua, kuburan hiduik dirumah tanggo, kuburan mati ditanggah padang.
Seseorang harus mempunyai tempat kediaman, dan kalu mati perlu dikuburkan.
189. Inggok mancakam batang, tabang manumpu dahan.
Perpindahan masyarakat dari suatu negeri kenegeri lain, diperlukan
penyesuaian diri dengan masyarakat yang ditempati.

190. Ingek-ingek sabalun kanai, bakulimek sabalun habih.
Dalam bergaul perlu ada kehati-hatian jangan sampai berbuat kesalahan.
191. Iman nan tak buliah ratak, kamudi nan tidak buliah patah.
Ke-Imanan harus dijaga jangan sampai tergelincir, dan kemudian harus dijaga
jangan sampai patah, karena kedua-duanya menjadikan karam seseorang dalam
kehidupan dan kehilangan pedoman.

192. Isi kulik umpamo lahia, gangam arek pagangan taguah.
Sesuaikanlah kata dengan perbuatan, dan itulah yang harus diamalkan didalam hidup.
193. Indomo di Saruaso, Datuak Mangkudun di Sumaniak, sabab anak jatuah binaso, ibu bapak nan kurang cadiak.
Kemelaratan dan kesesatan seorang anak adalah disebabkan kelalaian kedua
orang ibu bapaknya.

194. Ilang tak tantu rimbonyo, hanyuik tak tantu muaronyo.
Sesuatu persoalan yang tidak tentu penyelesaiannya dan hilang begitu saja.
=J=
195. Jalan dialiah dek rak lalu, cupak dipapek dek rang manggaleh.
Secara tidak disadari kebudayaan asli kita dipenggaruhi oleh kebudayaan dan
adat istiadat asing.

196. Janji biaso mungkia, titian biaso lapuak.
Peringatan agar jangan mudah berjanji dengan seseorang, hendaklah dikuatkan
kata-kata Insya Allah.

197. Jan dicampuakan durian jo antimun, jan dipadakekkan api jo rabuak.
Selalulah hati-hati terhadap pergaulan muda mudi, karena pergaulan bebas
akan mengakibatkan rusaknya moral antara keduanya.

198. Jan taruah bak katidiang, jan baserak bak anjalai.
Setiap yang akan dikatakan hendaklah dipikirkan terlebih dahulu, karena
lidah tidak bertulang, membicarakan orang lain.

199. Jauah nan buliah ditunjuakkan, dakek nan buliah dikakokkan.
Sesuatu bukti dan keterangan yang dapat dikemukakan dan ditunjukkan dengan nyata.
200. Jalan pasa nan kadituruik, labuah goloang nan kaditampuah.
Selalulah kita berbuat dan bertindak atas kebenaran dan menurut
undang-undang yang berlaku.

201. Jatuah mumbang jatuah kalapo, jatuah bairiang kaduonyo. Rusak adaik
hancua pusako habih kabudayaan nan usali.
Kalau tidak hati-hati dan tidak dibina dan dikembangkan kebudayaan asli
(Adat Minagkabau) hancurlah kebudayaan asli kita.

202. Jikok panghulu bakamanakan, maanjuang maninggikan. Pandai nan usah dilagakkan manjadi takabua kasudahannyo.
Pengetahuan dan kepintaran jangan dibanggakan karena mengakibat hati menjadi takbur jadinya.
203. Jauah cinto mancinto, dakek jalang manjalang.
Rasa kekeluargaan yang tak kunjung habis, walau jauh dimata tapi dekat
dihati.

204. Jangek suriah kuliklah luko, namun lenggok baitu juo.
Seseorang yang tidak tahu diri walaupun dia telah jatuh hina karena
perbuatannya, tetapi dia tetap membanggakan diri.

205. Jan disangko murah batimbakau, maracik maampai pulo, jan disangko murah pai marantau, basakik marasai pulo.
Hidup dirantau orang tidaklah semudah hidup dikampung halaman tempat kita
dilahirkan, karena jauh handai tolan.

206. Jauah bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak diraso.
Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak pengalaman.
=K=
207. Kuaik rumah karano sandi, rusak sandi rumah binaso, Kuat bangso karano budi, Rusak budi hancualah bangso.
Ketinggi suatu bangsa akan ditentukan oleh kepribadian bangsa itu sendiri.
Kalau budi bangsanya telah hancur, akibat kehancuran bangsa itu sendiri.

208. Kilek baliuang lah ka kaki, kilek camin lah ka muko.
Suatu perbuatan dan perkataan yang telah difahami maksud dan tujuannya.
209. Kalau hari lah paneh lah lupo kacang jo kuliknyo
Melupakan jasa baik orang lain yang pernah menolong kita, Tetapi kapan kita
telah mendapat kesenangan atau yang dicitakan melupakannya.

210. Kalau karuah aia di hulu sampai ka muaro karuah juo.
Pada umumnya keturunan menentukan corak dan kelakuan yang pernah dimiliki oleh ibu bapaknya.
211. Kalau kuriak induaknyo rintiak anaknyo.
Ibu bapak yang baik akan melahirkan anak-anak yang baik pula dan sebaliknya.
212. Kasingka talalu ampang, kapitungguah talampau unjua.
Seseorang yang memiliki pengetahuan serba tanggung sehingga tidak dapat
dimam- faatkannya.

213. Kato iduik banyawa iduik, kato mati bapambunuahan.
Suatu keterangan yang diberikan ternyata ada kebenarannya, dan suatu
keterangan yang tidak terbukti kebenarannya.

214. Kuaik katam karano tumpu, kuaik sapik karano takan.
Suatu pekerjaan atau kewajiban yang dikerjakan karena terpaksa, bukan karena
kesadaran.

215. Ka bukik samo mandaki kalurah samo manurun.
Suatu pekerjaan yang dikerjakan secara bersama dan didorong oleh kesadaran.
216. Kasuri tuladan kain, kacupak tuladan batuang.
Suatu pekerjaan begitupun tingkah laku dan peranggai yang dapat dicontoh
oleh orang lain.

217. Kacak langan lah bak langan, kacak batih lah bak batih.
Seseorang yang baru saja mendapatkan suatu nikmat tetapi senantiasa
dipergunakan dengan hati bangga dan sombong.

218. Kalau tasungkuik pado nan tinggi, jikok basanda pado nan gadang.
Sesuatu perbuatan hendaklah dilandaskan kepada Agama, Adat dan Undang-Undang Pemerintah.
219. Kato panghulu manyalasai, mandareh kato dubalang. Adaik kok kurang
takurasai, dunia manjadi takupalang.
Ajaran Adat Minangkabau yang sejati kalau tidak diamalkan oleh
masyarakatnya, hilanglah budi didalam diri.



220. Kalau dek pandang sapinteh lalu, banyak pahamnyo tagaliciak, pandai tak rago dek ba guru, salam tak sampai pado kasiah.
Ajaran Adat tidak dapat dipahami, apalagi untuk diamalkan kalau sekiranya
hanya dengan mendengar pepatah petitih, tampa mendalaminya.

221. Katiko taimpik nak diateh, katiko takuruang nak dilua, bajalan baduo
nak ditangah bajalan surang nak dahulu.
Pepatah ini mengandung arti: bagaimana sulitnya memimpin masyarakat yang
jiwa-nya sangat kritis dan koreksi.

222. Kahilia jalan ka Padang, ka mudiak jalan ka Ulakan, kok musuah indak
dihadang, tasuo nan indak ba ilakkan.
Tidak mau bermusuhan dalam hidup bermasyarakat tetapi kalua datang dengan
tiba-tiba tidak pula dielakkan.

223. Kahilia jalan ka Sumani, sasimpang jalan ka Singkarak, saukua mangko
manjadi, sasuai mangko takanak.
Sesuatu hendaklah dengan musyawarah untuk mufakat. Satu pendapat dan satu tujuan.
224. Kaduo kato mufakat, sakato urang kasadonyo, elok sapahan sahakikat,
santoso kito salamonyo.
Satu pendapat dan satu gerak, satu tujuan akan melahirkan kesentosaan dan
kebahagiaan dalam masyarakat.

225. Kaampek kato kamudian, patuik bana kato dicari, taruah naraco jo
katian, paniliak langgam nan tadiri.
Didalam diri manusia yang berpengetahuan dan diamalkannya, ada neraca yang menentukan baik dan buruk.
226. Kato rajo kato basahajo, kato titah kato balimpahan, dari duo capailah
tigo, jangan sakali disudahi.
Setiap manusia perlu mempunyai cita-cita yang tinggi dan mulia, tetapi harus
dicapai dengan cara ber angsur-angsur.

227. Kato panghulu manyalasai, kato alim kato hakikat, talamun patuik kito
kakeh, lahia jo bathin nak saikek.
Perlu penggalian adat dan agama Islam secara mendalam , sehingga lahir dan
bathin dapat sesuai.


228. Kato bapak kato panggaja, kato kalipah dari mamak, mujua indak dapek kito kaja, malang tak dapek kito tulak.
Keuntungan tak dapat dikejar-kejar, begitupun mara bahaya dan musibah tidak
kuasa manusia menolaknya.

229. Kato guru kato batuah, kato saudaro paringatan, kuncilah bathin jan
taruah, budi nan jan sampai nampak.
Keteguhan bathin menyimpan rahasia seseorang, menjadikan orang yang teguh
ini mulia budinya.

230. Kato parampuan kato manuruik, mangambiak hati suami, labiahkan rusuah jo takuik, jarek sarupo jo jarami.
Rusuh hati jangan kelihatan, takut paham tergadai, hati-hati dalam berbicara
karena banyak musuh dalam selimut.

231. Kato adaik pahamnyo aman, malangkapi rukun dengan syarat, kalau elok pegang padoman, santoso dunia jo akhirat.
Ajaran adat dan agama Islam kalau benar-benar diamalkan, menjamin
keselamatan dunia akhirat.

232. Koroang kampuang didalam jurai, baitu limbago sajak dahulu, dunialah lamo inyo pakai, raso pareso nyolah tahu.
Orang yang tua harus dihormati, karena ketuaannya dia telah banyak merasakan pahit manis dalam kehidupan.
233. Kalau adaik dalam nagari, bulek sagiliang picak satapiak, sabarek
saringan kasadonyo Urang mulia dalam nagari, muluik manih basonyo baiak, sakati limo nilai haragonyo.
Kemuliaan dalam pandangan adat terletak pada budi baik dan indah bahasanya
seseorang.

234. Karano indak mambao galah, mananti takadia kasamonyo, mudarat mufaat tak dikana, alamaik binaso kasudahannyo.
Senantiasalah kita dalam hidup bergaul memikirkan mudarat dan mamfaat, agar sentosa hidup bersama. Kalau tidak dipikirkan alamat hidup akan sengsara.
235. Kato manti kato bahubuang, kato dubalang kato mandareh. Jauhari pandai manyam- buang, nan singkek buliah diuleh.
Orang jauhari bijaksana pandai mencari jalan keluar dalam suatu kesulitan
yang datang secara tiba-tiba.

236. Kiniko coraklah barubah, alam mardeka lah tabantang, sadang manggali kasajarah usahokan galian dek basamo.
Kemerdekaan telah tercapai, kita harus menggali sejarah kebudayaan bangsa
secara bersama.

237. Kok alah sampai di hulu, balunlah pulo sacukuiknyo. Dek kokoh niniak
nan dahulu kunci nan limo pambukaknyo.
Nenek moyang di Minangkabau pemikirannya jauh memandang kedepan untuk masa anak cucu, dengan mempergunakan panca indra yang lima.
238. Kito di alam Minangkabau lah patuik tasintak pulo, katiko balun
talampau elok diru- nuik sitambo lamo.
Sudah masanya sekarang kita mengali dan mengembangkan adat Minangkabau
sebagai rangkaian dari kebudayaan nasional.

239. Kauak indak sahabih gauang, awai indak sahabih raso, paham pahamnyo nan tak lansuang, batuka tujuan mukasuiknyo.
Adat Minangkabau selama ini tidak pernah mendapat pengalian dan pembinaan, akibatnya banyak orang salah pengertian tentang tujuan adat itu.
240. Kalau pai tampak pungguang, jikok babaliak tampak muko.
Kalau pergi hendaklah memberi tahu, jika kembali hendaklah memberi khabar.
241. Kalau indak pandai bakato-kato, bak alu pancukia duri, kalau pandai
bakato-kato bak santan jo tangguli.
Seseorang yang tak pandai berbicara secara baik, sama dengan alu pencongkel
duri tetapi kalau pandai umpama santai dengan tengguli.

242. Kato papatah caro Minang, patitiah luhak nan tigo. Nan turun dari
Parpatiah nan sabatang, manjadi kato pusako.
Ajaran adat Minangkabau yang disusun oleh Dt. Parpatih nan Sabatang,
merupakan ajaran yang dapat mengikuti perkembangan zaman.

243. Kito nan bukan cadiak pandai, ulemu di Tuhan tasimpannyo. Kok senteang batolong bilai tandonyo kito samo sabanso.
Kalau dijumpai kekilafan dan kesalahan tolong maaf dan betulkan, karena
khilaf itu sifat manusia, tandanya kita orang satu bangsa.

244. Kito nan bukan cadiak pandai, hanyo manjawek pituah dari guru. Pituah guru nan di- pakai, nak jadi paham jo ukuran.
Nasehat guru dan pelajaran yang diajarkannya kepada murid, adalah menjadi
pedoman dalam kehidupan.

245. Kalau ketek dibari namo, urang gadang dibari gala, nak tapek adaik jo
limbago, faham adaik nak nyato bana.
Kalau dapat mendalami ajaran adat kita akan mendapatkan mutiara yang
berharga didalamnya yang berguna untuk hidup bergaul dalam masyarakat.

246. Kaluah kasah papek nan ampek, sarato anggota katujuahnyo, panca indra mananggu- angkan, batang tubuah marasokan.
Sesuatu perbuatan tanpa pemikiran dan pertimbangan akan menimbulkan
penyiksaan terhadap bathin kita sendiri.

247. Kalau balaia banakodoh, jikok bajalan jo nan tuo.
Mengerjakan suatu pekerjaan hendaklah dengan yang ahlinya, memasuki suatu
negeri hendaklah dengan orang yang mengetahuinya.

248. Kuaik dari paga basi, kokoh nan dari paga tembok.
Pagar yang paling kokoh ialah pagar sesuatu dengan budi yang baik.
249. Kato sapatah dipikiri, bajalan salangkah madok suruik.
Pikirkanlah semasak-masaknya apa yang akan kita sampaikan kepada orang lain
sehingga tidak menyinggung perasaannya.

250. Karantau madang di hulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, dirumah baguno balun.
Pergilah merantau kenegeri orang, cari ilmu pengetahuan, serta cari mata
penghidupan, untuk kemudian dibawa dan dikembangkan dikampung halaman.

251. Kasiah sayang dapek dicari, tampek hati jarang basuo.
Untuk mencari istri paling mudah, yang sulit mencari istri untuk menjadi
teman sehidup semati.

252. Kalauik riak maampeh, kapulau riak mamutuih, kalau mangauik iyo bana kameh, kalau mancancang iyo bana putuih.
Setiap pekerjaan yang kita kerjakan, begitupun pengetahuan yang kita
pelajari jangan patah ditengah.

253. Kalau tali kaia panjang sajangka, lauik dalam usah didugo.
Kalau pengetahuan baru seujung kuku jangan dicoba mengurus pekerjaan yang
sulit.



254. Kulik maia ditimpo bathin, bathin ditimpo galo-galo, dalam lahia ado ba bathin, dalam bathin bahakikat pulo.
Ajaran adat Minangkabau bukan sekedar lahiriyah, tetapi banyak mengandung
arti dan makna yang tersirat, yang menuju kepada mental manusia.

255. Kacimpuang pamenan mandi, rasian pamenan lalok.
Mimpi itu kebanyakan sesuatu yang terangan-angan diwaktu bangun. =L=
256. Lain geleang panokok asiang kacundang sapik.
Gelagat seseorang atau suasana yang menunjukkan tanda-tanda akan terjadi
sesuatu yang tak diingini.

257. Lah samak jalan kapintu, lah tarang jalan kadapua.
Seorang suami yang tidak kenal lagi pada tugasnya sebagai mamak dari
kemenakan, tetapi semata tahu kepada si istri saja.

258. Limpato batang sitawa, digulai cubadak mudo, lah biaso kito tasalah,
karano pangana indak sakali tibo.
Kekilafan dan kesalahan adalah sifat seorang manusia, karena pemikirannya
tidak secara serentak.

259. Lauik gadang kalau dihadang, sadiokan sampan jo pandayuang.
Hiduik didunia mangupalang, sagalo karajo kamari cangguang.
260. Limpapeh rumah nan gadang, umbun puruik pegangan kunci.
Kaum wanita di Minangkabau adalah merupakan tiang kokoh diatas rumah tangga dan nageri, dan kunci tentang kebaikan dan keburukan suatu negeri.
261. Lauik banyak nan sati, rantau banyak nan batuah.
Kalau pergi berjalan kerantau orang hendaklah pandai menyesuaikan diri dalam
pergaulan.

262. Lah bacampua lamak jo galeme, indak babedo sadah jo tapuang.
Dalam suatu masyarakat tidak ada lagi batas-batas dalam pergaulan menurut
norma adat dan agama.

263. Lahia jo bathin saukuran, isi kulik umpamo lahia.
Seseorang yang baik dan jujur sesuai kata dan perbuatannya.
264. Labuah luruih jalannyo pasa jan manyipang suok jo kida.
Sudah aturan dan undang-undang dan sudah cukup norma adat dan agama, jangan menyimpang dari itu.
=M=
265. Mumbang jatuah kalapo jatuah, indak babedo kaduonyo.
Setiap yang bernyawa akan menemui ajalnya baik tua ataupun muda, kecil dan
besar.

266. Malabihi ancak-ancak, mangurangi sio-sio.
Setiap pekerjaan hendaklah pertengahan, jangan berlebih-lebihan, begitupun
dalam tingkah dan laku.

267. Mukasuik hati mamaluak gunuang, apo dayo tangan indak sampai.
Seseorang yang mempunyai cita-cita tinggi, tetapi tidak ada kemampuan untuk
mencapainya.

268. Mancabiak baju didado, manapuak aia didulang.
Seseorang yang berbicara tetapi tidak disadarinya bahwa dia telah memberi
malu diri dan keluarganya sendiri.

269. Malakak kuciang didapua, manahan jarek dipintu.
Perbuatan seseorang yang tidak baik yang dilakukan kepada keluarga sendiri.
270. Mancari dama ka bawah rumah, mamapeh dalam balanggo.
Mencari keuntungan kedalam lingkungan anak kemenakan sendiri.
271. Mairikkan galah jo kaki, manjulaikan aka bakeh bagayuik, malabiahkan
lantai bakeh bapinjak.
Seseorang yang ingin menjadikan orang lain tersalah, dengan jalan anjuran
dan petunjuknya.

272. Mandapek samo balabo, kahilangan samo barugi.
Rasa social dan kerja sama yang baik yang harus diamalkan dalam pergaulan.
273. Manyauak di ilia-ilia, bakato dibawah-bawah.
Bergaul dalam masyarakat, begitupun dirantau orang hendaklah merendahkan
diri.

274. Mancaliak jo suduik mato, bajalan di rusuak labuah.
Seseorang yang telah merasa malu, karena perbuatan yang tidak benar telah
diketahui orang.

275. Mancaliak tuah ka nan manang, maliek contoh ka nan sudah, manuladan ka nan baik.
Selalulah kita melihat hasil yang baik dan dapat pula kita laksanakan, yakni
yang telah positif baik.

276. Mamakai hereang jo gendeang, mamakai raso jo pareso.
Seseorang yang memakai perasaan malu dan mempunyai kesopanan yang baik.
277. Muluik manih talempong kato, baso baiak gulo dibibia.
Seseorang yang berbicara dengan lemah lembut dan baik susunan bahasanya.
278. Maliang cilok taluang dinding, tikam bunuah padang badarah. Ibo di adat katagiliang turuikkan putaran roda.
Kebudayaan asli jangan sampai hilang, sesuaikan diri dan aturan adat beradat
serta istiadat dengan kemajuan.

279. Malu batanyo sasek dijalan, sagan bagalah hanyuik sarantau.
Seseorang yang tidak mau bertanya tentang suatu pekerjaan yang tidak/belum
dike Karena ajaran adat itu pada umumnya berkiasan, tidak mudah dipahami
tanpa diketahuinya akan mengalami kesulitan.

280. Minangkabau dahulunyo, Adaiknyo tuah disakato, kalau dipandang
kato-kato, dipahamkan makonyo nyato. dida lami sungguh-sungguh.
281. Maniah nan jan lakeh di raguak, pahik nan jan lakeh di luahkan.
Sesuatu pelajaran dan pengetahuan dari orang lain pikirkan dahulu
semasak-masaknya, benar atau tidaknya.

282. Mati harimau tingga balang, mati gajah tingga gadiang.
Manusia mati hendaknya meninggalkan jasa yang baik untuk anak dan keluraga seta masyarakat.
283. Mati samuik karano manisan, jatuah kabau dek lalang mudo.
Biasanya manusia itu banyak terpedaya oleh mulut manis dan budi bahasa yang baik.
284. Marangkuah tungua ka dado, maraiah suatu ka diri.
Setiap suatu yang dirasakan oleh orang lain hendak dapat dirasakan oleh kita
sendiri

285. Mampahujankan tabuang garam, mampaliakkan rumah indak basasak.
Seseorang yang membukakan aibnya sendiri kepada oaring lain.
286. Manjujuang balacan dikapalo, mangali-gali najih dilubang.
Seseorang yang senang membukankan aib orang lain.
287. Managakkan banang basah, manaiakkan banda sundai.
Seseorang yang menolong orang lain, sedang orang lain itu dipihak yang tidak
benar.

288. Musang babulu ayam, musuah dalam salimuik
Seseorang yang berpurak menolong dan berpihak kepada kita, tetapi dia
sebenarnya ingin mengetahui pendirian kita dan musuh kita.

289. Manusia manahan kieh, binatang Manahan palu.
Manusia yang sempurna selalu mengetahui kata-kata kiasan di Minangkabau.
290. Murah kato takatokan, sulik kato jo timbangan.
Berbicara sangat mudah, tetapi sulit memelihara perkataan yang akan
menyinggung perasaan orang lain.

291. Marabah sadundun dengan balam, sikok barulang pai mandi, sambah
sadundun jo salam, kato harok dibinisi.
Biasanya dalam pergaulan hidup, Tanya diberi kata berjawab, gayung
bersambut.

=N=
292. Nan kuriak iyolah kundi, nan merah iyolah sago, nan baiak iyo budi, nan indah iyo lah baso.
Yang paling berharga dalam kehidupan bergaul adalah budi pekerti yang baik,
serta sopan santun.

293. Nak urang koto hilalang, nak lalu kapakan baso, malu jo sopan kok nyo
hilang, habih lah raso jo pareso.
Kalau sifat malu telah hilang dalam diri seseorang, hilang segala perasaan
sopan santun.

294. Nan bungkuak dimakan saruang, nan bengkok dimakan tali.
Setiap sifat dan tindak tanduk yang tidak jujur dan benar, akan senantiasa
ada ganjarannya (hukum karma)

295. Nan luruih katangkai sapu, nan bungkuak katangkai bajak, satampok
kapapan tuai, nan ketek kapasak suntiang, panarahan kakayu api, abunyo kapupuak padi.
Didalam ajaran adat tidak ada bahan yang tidak berguna, tidak ada orang yang
tidak dapat dimamfaatkan.

296. Nan buto pahambuih lasuang, nan pakak pamasang badia, nan lumpuah pahunyi rumah, nan patah pangajuik ayam, nan bingguang kadisuruah-suruah, nan cadiak bao baiyo, nan kayo bakeh batenggang.
Semua orang dapat dimamfaatkan, mulia hina, kaya dan miskin, sempurna,
cacat, pandai dan bodoh. Sistim yang terdapat dalam adat Minangkabau.

297. Nan condoang makanan tungkek, nan lamah makanan tueh.
Dalam adat manusia lemah harus dibimbing dan dibantu, lebih-lebih kaum
wanita, yang qudrat hayatinya lemah dari kaum lelaki.

298. Nan landai batitih, nan condong baraiah, nan lamah baindiak.
Dilarang didalam adat orang yang memperlakukan si lemah semau-maunya.
299. Nak mulia tapek-i janji, nak taguah paham dikunci.
Kalau ingin jadi orang yang dimuliakan selalu tepati janji, dan tidak suka
membuka rahasia.

300. Nak tinggi naiak kan budi, nak haluih baso jo basi.
Kalau ditinggikan orang dalam masyarakat peliharalah budi, dan pakailah basa
basi.

301. Nan salajang kudo balari, nan sahentak kuciang malompek.
Panjang rumah adat yang menjadi kebanggaan masyarakatnya.
302. Nan basasok bajarami, nan bapandan bapakuburan, soko pusako kalau
tadalami, mambayang cahayo di-inggiran.
Mendalami ajaran adat Minang dan filsafatnya serta dapat diamalkan dalam
pergaulan akan menggangkat martabat kemanusianya.

303. Nan tuo dihormati, nan ketek di sayangi, samo gadang baok bakawan.
Selalulah menghormati orang tua, lebih-lebih ibu dan bapak dan orang tua
umurnya dari kita, sayangi anak-anak, hormat menghormat sama sebaya.

304. Nan suku babuah paruik, korong kampuang didalam jurai, dek urang tuo lah lamo hiduik, dunialah lamo inyo pakai.
Menghormati orang tua dari kita umurnya, bukan tergantung kepada ilmu dan
kepandaiannya saja, tetapi karena ketuaannya.

305. Nagari bapaga undang, kampuang bapaga buek, tiokmlasuang ba ayam
gadang, salah tampuah buliah diambok.
Patuhilah norma-norma yang berlaku didalam masyarakat, karena setiap
masyarakat mempunyai normanya sendiri-sendiri.

306. Niniak moyang di duo koto, mambuek barih jo balabeh, Bulek dek tuah lah sakato, nak tantu hinggo jo bateh.
Patuhilah keputusan bersama yang telah dibuat oleh pemuka kita, oleh
masyarakat dan sipembuat peraturan sendiri.

307. Nan barek samo dipikua, nan ringan samo dijinjiang.
Didalam adat selalu dianjurkan agar setiap pekerjaan yang baik dikerjakan
secara bersama.

308. Nan sakik iyolah kato, nan padiah iyolah rundiang. Dek tajam nampak nan luko, dek kato hati taguntiang.
Perkataan yang menyakiti lebih berbahaya dari pisau yang tajam.
309. Nan sakik iyo lah kato, nan malu iyolah tampak.
Kata-kata yang berbisa, sama dengan rasa seseorang yang tahu harga dirinya
mendapat malu.

310. Nan mudo biaso bimbang, manaruah rambang jo ragu, kalau batimbo ameh datang, lungga lah ganggam nan dahulu.
Meniru-niru kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian kita, akan
menghilangkan kemurnian kebudayaan sendiri dan kehilangan pegangan.

311. Nan dikatokan kato pusako, iyolah kato undang-undang. Dek lamo tak
namuah lupo manjadi padoman pagi jo patang.
Bagi orang Minang yang memahami ajaran yang terkandung didalam adatnya,
tidak bisa diabaikan dan dilupakan, bahkan menjadi pegangan dan pedoman
dalam hidup.

312. Nak elok lapangkan hati, nak haluih baso jo basi.
Agar menjadi orang baik dan disegani selalulah bersifat sabar, dan baik budi
bahasa.

313. Nak luruih rantangkan tali, luruih bana dipacik sungguah.
Selalulah bersifat lurus dan tulus ikhlas dalam pergaulan, yakni selalu
bersifat benar dan jujur.

314. Naiaklah dari janjang, turunlah dari tango.
Selalulah berbuat sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku, menurut adat dan agama Islam serta pemerintah.
315. Nanang saribu aka, haniang ulu bicaro, pikia palito hati, dek saba bana
mandatang.
Ketenangan dalam berpikir, menimbulkan aspirasi yang baik, dan kesabaran
mendatangkan kebenaran.

316. Nak tahu digadang kayu caliak kapangkanyo, nak tahu digadang ombak caliak kapasianyo.
Kalau ingin menilai kebesaran atau kebaikan seseorang bergaullah dengan dia.
317. Nan bak mananti aia ilia, nan bak manutuik manggih langkeh.
Seseorang yang mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin dapat diperolehnya.
318. Nan bak banang dilando ayam, nan bak bumi diguncang gampo.
Suatu musibah yang datang menimpa dengan tiba-tiba, yang tidak diduga sama
sekali sehingga timbul kekacauan dan kepanikan.

319. Nan elok dek awak katuju dek urang, sakik dek awak sakik dek urang.
Berbuatlah dalam segala perbuatan gerak dan perilaku yang disenangi oleh
orang banyak.





320. Nan mudo pambimbiang dunia, nan capek kaki ringan tangan, acang-acang dalam nagari.
Pemuda harapan bangsa ditangan pemuda terletak maju mundurnya bangsa dimasa depan.
321. Nak jan jauah panggang dari api, latakkan sasuatu ditampeknyo.
Agar suatu tindakkan dalam masyarakat tepat pada sasarannya maka serahkanlah sesuatu kepada ahlinya.
322. Nan tahu dikayu tinggi alang, nan tahu diposo-poso ayam, nan tahu
dikili-kili banting.
Yang mengetahui diseluk beluk dan sifat masyarakat suatu negeri adalah para
cende- kiawan negeri tersebut.

=O=
323. Ombak barayun manuju pantai, riak nyato manuju tapi. Indak guno jadi
rang pandai, kalau baulemu indak babudi.
Tak ada arti menjadi seorang pandai kalau tidak mempunyai budi pekerti,
karena hancur masyarakat karena kepandaiannya.

324. Ombak ditantang manuju pulau, laia dikambang manantang angin.
Untuk mencapai suatu tujuan dan cita-cita senantiasa mengalami cobaan dan
rintangan

325. Olok-olok mambao sansai, garah-garah jadi binaso.
Perbuatan dan tingkah laku yang tidak pada tempatnya, akan membawa akibat
yang merugikan.

326. Olak olai rang basiang, sorak sorai rang karimbo.
Suatu kebiasaan diwaktu beramai-ramai bekerja, timbul kelakar dan gembira,
untuk kegairahan dalam bekerja.

=P=
327. Pulau pandan jauah ditangah, dibaliak pulau angso duo, hancua badan
dikanduang tanah, budi baiak dikana juo.
Budi bukan hanya diingat sampai mati tetapi akan diperhitungkan dan diingat
dibalik lahad.

328. Pisang ameh baok balaia, masak sabuah didalam peti, hutang ameh dapek dibaia, hutang budi dibao mati.
Hutang emas dan perak dapat dibayar tetapi hutang budi dibawa mati.
329. Pucuak pauah sadang tajelo, panjuluak buah ligundi, nak jauah silang
sangketo, pahaluih baso jo basi.
Agar terjauh dari silang sengketa dalam pergaulan perbaikilah budi dan
bahasa, pakai sifat sopan dan santun.

330. Pado pai suruik nan labiah, samuik tapijak indak mati, alu tataruang
patah tigo.
Kata kiasan terhadap pemuda pumudi Minang yang mempunyai ketenangan tetapi tegas dan bijaksana tentang ketangkasannya dan tinggi budinya.
331. Padi disisiak jo hilalang, tapuang dicampua jo sadah.
Perbuatan kebaikan dicampur dengan perbuatan kejahatan.
332. Padi ditanam padi tumbuah, lalang ditanam lalang tumbuah.
Kebaikan yang diperbuat oleh seseorang akan berbalas dengan kebaikan, begitu
juga sebaliknya.

333. Padi dikabek jo daunnyo, batang ditungkek jo dahannyo.
Kebijaksanaan yang dipakai oleh seseorang didalam memimpin anak kemenakan, untuk menggongkosinya dicari suatu usaha.
334. Papek dilua runciang didalam, talunjuak luruih kalingkiang bakaiek.
Sifat yang sangat tercela, mulut manis tetapi hati jahat, dan berbisa.
335. Pikia palito hati, tanang hulu bicaro.
Pikiran yang mempunyai pertimbangan adalah penangkal lampu yang menerangi bagi hati, dan ketenangan akan mengeluarkan bicara yang berguna.
336. Pilin kacang nak mamanjek, pilin jariang nak barisi.
Seseorang yang berusaha dengan cara yang tidak benar untuk mendapatkan
sesuatu.

337. Panjeklah batang tinggi-tinggi, basuo pucuak silaronyo, kalilah urek
dalam-dalam basuo urek tunggang jo isinyo.
Seseorang yang benar-benar mendalami ajaran adat Minangkabau, dengan
menelaah kalimat demi kalimat dari filsafatnya, dia akan peroleh mutiara
berharga untuk kehidupan.

338. Putiah manahan sasah, hitam manahan tapo.
Yang dikatakan kebenaran boleh tahan uji, asal orang yang waras semua
mengatakan benar.

339. Padang gantiang baranah-ranah, kahilia jalan kapianggu, sasimpang jalan kasikabu Duduak samo randah tagak samo tinggi dalam adat Minangkabau.
Didalam ajaran adat manusia tidak berkasta, tetapi yang membedakan budi dan
jabatan yang dipilih bersama.

340. Pulai batingkek naiak, maninggakan ruweh jo buku, manusia batingkek
turun, maninggakan barih jo balabeh
Setiap pribadi menurut ajaran adat Minangkabau haruslah berusaha
meninggalkan jasa yang baik terhadap anak cucu dan masyarakat.

341. Partamo banamo Minang, Minangkabau namo kaduo, nan kayo mandi baranang, nan bansaik bandi batimbo.
Didalam menghadapi kerja bersama haruslah ikut serta setiap orang menurut
kemampuannya masing-masing untuk pengorbanan

342. Partamo cupak usali, kaduo cupak buatan. Kalau dulu disasali manjadi
tuah panda- patan.
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna.
343. Patah de mamapek, maja de mangilia, dek harum talalu angik.
Sesuatu pekerjaan yang dikerjakan, atau pengajaran terhadap seseorang
terlalu melampaui batas hingga tidak mencapai hasil yang diharapkan.

344. Pucuak dicinto ulam tibo, sumua dikali aia dapek.
Seseorang yang mencinta sesuatu yang dirindukan tiba-tiba datang dengan
segera.

345. Panakiak pisau sirauik, ambiak galah batang lintabuang, silodang ambiak kaniru, satitiak jadikan lauik, nan sakapa jadikan gunuang alam takambang jadi guru.
Adat Minangkabau dipelajari oleh nenek moyang dahulunya, dari ketentuan alam terkembang jadi guru.
346. Partamo lareh nan tinggi, kaduo lareh nan bunta, kalau tak pandai kito
mambimbiang indak katantu sah jo bata.
Bagi seorang bapak/mamak di Minangkabau kalau tidak memberikan bimbingan
sungguh-sungguh terhadap anak kemenakan, tidaklah diketahuinya sah dan
batal.

347. Pandai mangulai ambuang-ambuang, bak umpamo gulai kincuang, baunnyo maimbau imbau, tapi rasonyo amba sajo.
Seseorang yang senantiasa berjanji muluk, tetapi sekalipun tidak terpenuhi.
348. Pangka kusuik ujuang bakaruik, ikua kupiak kapalo randah.
Seseorang yang selalu bersifat ragu dan engan karena kurang pengetahuan dan
pengecut.

349. Pandai batanam tabu dibibia, pandai baminyak aia.
Orang yang selalu bermulut manis, tetapi di hatinya bersarang dengki dan
kianat.

350. Pusek jalo kumpulan ikan, pucuak usah tarateh, urek ijan taganjak.
Pimpinan seperti ibu dan bapak, guru, merupakan tumpukan dari segala contoh
baik dan buruk bagi anak-anaknya.

351. Pasa jalan dek batampuah, lanca kaji dek ba ulang.
Pengetahuan didapat dengan dipelajari, untuk lebih praktis harus diamalkan
dalam kehidupan.

352. Pandai karano batanyo, tahu karano baguru.
Pengetahuan diperdapat karena belajar, pendidikan dan banyak bertanya kepada
orang yang tahu.


353. Panjang namuah dikarek senteng namuah dibilai, singkek namuah diuleh, kurang namuah ditukuak.
Sebaik-baik manusia mau menerima nasehat dari pada orang lain dan menggakui kelemahannya.
=R=
354. Rarak kalikih dek minalu, tumbuah sarumpun jo kayu kalek. Kok habih raso jo malu bak kayu lungga pangabek.
Kalau rasa malu telah hilang dari manusia, maka manusia itu sulit untuk
diarahkan kepada kebaikan, dan sulit untuk menyusun masyarakat.

355. Ratak indak mambao caro, rannyuak nan indak mambao hilang.
Persengketaan dalam rumah tangga dan keluarga, jangan mengakibatkan putusnya hubungan kekeluargaan.
356. Rumah tampak jalan indak tantu, angan lalu faham tatumbuak.
Seseorang yang ingin mendapatkan sesuatu, tetapi tidak mendapat jalan dan
pengetahuan untuk mencapainya.

357. Raso aia kapamatang, raso minyak kakuali, nan bakabek rasan tali, nan
babungkuih rasan daun.
Seseorang yang mempunyai hubungan kekeluargaan, sedarah, sekampung,
senagari, senegara, dia akan selalu berpihak dalam pembelaan keluarga.

358. Rumah indak batungganai, kappa nan indak banangkodoh.
Masyarakat atau keluarga yang tidak mempunyai pemimpin, sama halnya seumpama kapal tanpa nakhoda.
359. Rumah gadang bari bapintu, nak tarang jalan kahalaman, kalau dikumpa saleba kuku jikok dikambang saleba alam.
Ajaran adat Minangkabau akan dapat dimamfaatkan untuk mengatur masyarakat, semenjak dari yang kecil seperti keluarga, sampai kepada yang lebih besar seperti negara dan dunia.
360. Riwayaik jambi lah tasabuik, panjang tajelo disilukah, barih balabeh
mangkonyo cukuik, sampai ka hulu baru sudah.
Ajaran adat Minangkabau dengan segala persoalannya dapat dipahami apabila didalami. Adat sebagai kebudayaan dan adat sebagai budi pekerti.
361. Rupo mangatokan harago, kurenah manunjuakan laku, walau nan lahia tampak dek mato, nan bathin tasimpan dalam itu.
Kalau dipelajari ajaran adat yang dihimpun dalam pepatah petitih, mamang dan bidal, mengandung arti lahir dan bathin.
362. Raso dibaok naiak, pareso dibaok turun.
Pembinaan pribadi yang baik hendaklah dimulai dalam lingkungan anak
kemenakan.

363. Raso kabarek dilapehkan, raso kasulik dielakkan, bak cando mangganggam baro.
Seseorang yang tidak bertanggung jawab kepada tugas dan kewajibannya.
=S=
364. Surang makan cubadak, sadonyo kanai gatahnyo, saikua kabau bakubang sakandang kanai luluaknyo.
Sesuatu perbuatan yang tercela menurut adat dan agama di Minangkabau yang
dikerjakan oleh seorang anggota masyarakat, maka malu dirasakan ole seluruh
anggota kaum yang lain.

365. Sio-sio- nagari alah, kalau cilako utang tumbuah.
Pekerjaan yang sia-sia dan berbahaya akan mengakibatkan kerugian bersama,
berbuat salah mengakibatkan terjadinya hutang.

366. Sayang di anak dilacuti, sayang di kampuang ditinggakan.
Kalau sayang kepada anak jangan dibiarkan dia mengerjakan yang tidak baik,
harus dimarahi. Kalau cinta sama kampung harus ditinggalkan untuk mencari
pengetahuan untuk disumbangkan akhirnya kelak.

367. Sadang manyalam minum aia, sadang badiang nasi masak.
Sesuatu pekerjaan yang dapat dikerjakan sambil lalu, dengan tidak mengurangi
kepada pekerjaan yang sedang dilakukan.

368. Senteang bilai mambilai, panjang karek mangarek.
Hendaklah memberikan pertolongan kepada teman yang sedang dalam kesusahan, dan memberi nasehat kalau dia terlanjur.
369. Satitiak jadikan lauik, sakapa jadikan gunuang.
Berusahalah dengan dasar pengetahuan yang ada untuk melanjutkan mencapai
pengetahuan yang lebih tinggi.

370. Suri tagantuang ditanuni, luak taganang kito sauak.
Tentang ajaran adat yang secara mutlak dilaksanakan, tanpa dimusyawarahkan.
371. Sakalam kalam hari sabuah bintang bacahayo juo.
Tidak seluruh orang keluar dari garis kebenaran, sekurang-kurangnya satu
orang ada yang menegakkannya.

372. Sabanta sakalang hulu, salapiak sakatiduran.
Dua orang berteman secara akrab yang sulit untuk dipisahkan.
373. Sandi banamo alua adat, tonggak banamo kasandaran.
Hikmah rumah adat di Minangkabau, yang sendinya kebenaran bersama, sandaran kuat hukum adatnya.
374. Sasiuak namuah ka api, salewai namuah ka aia.
Seseorang yang ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak baik.
375. Satali pambali kumayan, sakupang pambali katayo, sakali lancuang
kaujian, salamo hiduik urang indak picayo.
Haruslah bersifat jujur dan benar dalam pergaulan, kalau kelihatan
kecurangan satu kali selamanya orang tidak percaya lagi.

376. Syarak banamo lazim, adat nan banamo kewi, habih tahun baganti musim, buatan nan usah diubahi.
Bagaimanapun kesulitan yang dihadapi, kesengsaraan yang dialami, tetapi
keputusan bersama jangan dirobah.

377. Siang manjadi tungkek, malam manjadi kalang.
Hendaklah pegang dan amalkan setiap pelajaran yang baik dan nasehat orang
tua.

378. Sungguahlah kokoh adat Minang, mambuek adat jo limbago, malangnyo panjajah datang, rusaklah adat dibueknyo.
Adat Minang yang kuat dan kokoh dulunya telah banyak dirusak oleh penjajah
dizaman lampau.

379. Satuntuang tabu dek ulek, satuntuang sajo kito buang.
Seorang berbuat salah jangan semua keluarga dibencii.
380. Sirauik tajam batimba, tak ujuang pangka manganai, sudu-sudu batimba jalan, ditakiak kanai gatahnyo. Kalauik tuah takaba, bumi jo langik nan mananai. Duduak dikampuang jan umbilan, kandang buek tumpuan tanyo.
Seharusnya setiap orang Minangkabau mengetahui tentang seluk beluk filsafat
adatnya, karena semua bangsa mengenal keunikan adat Minangkabau itu,
terutama tentang sistim kekerabatannya dan matrilinialnya.

381. Siriahlah pulang kagagang, pinanglah suruik katampuaknyo. Karih baliak kasaruangnyo, baju tasaruang ka nan punyo, ameh pulang katambangnyo.
Suatu benda berharga yang sudah lama tidak ditemui, sekarang kembali kepada
yang empunya semula, seperti merebut tanah air dari tangan penjajah, sampai
kita merdeka.

382. Sadang baguru kapalang aja, lai bak bungo kambang tak jadi. Kunun kok dapek dek mandangga, tidak didalam dihalusi.
Setiap menuntut pengetahuan jangan putus ditengah, dan kurang mamfaatnya
dengan mendengar saja, kalau dibandingkan dengan belajar sesungguhnya.

383. Sabab karano dek baitu, tumbuahlah niaik dalam hati, nak manuruik tambo nan dahulu sajarah adat nan usali.
Kalau ajaran adat telah dapat dipahami kemana masyarakat hendak dibawa oleh
ajaran adat itu maka akan timbullah hasrat untuk mendalamnya.

384. Sangajo guno diuraikan, kahadapan nan basamo, untuak nak samo
dipikiakan, nak samo dirunuak nan tujuan.
Penggugah hati para pembaca terutama putra Minang untuk mendalami filsafat adatnya.

385. Satinggi-tinggi malantiang, mambubuang ka awang-awang, suruiknyo
katanah juo. Sahabih dahan jo rantiang, dikubak dikulik batang, tareh
panguba barunyo nyato.
Adat Minangkabau tidak akan bisa dipahami secara baik, apalagi untuk
dihayati dan diamalkan tanpa mendalami sungguh-sungguh.

386. Santan babaleh jo tubo, nikmat babaleh jo sansaro.
Kebaikan yang pernah diberikan seseorang kepada orang lain, tetapi
balasannya dengan yang buruk.

387. Saumpamo aua jo tabiang, umpamo ikan jo aia.
Pergaulan yang baik saling bantu membantu dan kuat menguatkan, dan saling
membutuhkan.

388. Sikujua baladang kapeh, kambanglah bungo karawitan. Kok mujua mandeh malapeh bak ayam pulang kapautan.
Setiap orang pergi merantau mengharapkan kehidupan yang baik dan pendapatan yang akan dibawa kekampung halaman.
=T=
389. Tak lakang dek paneh tak lapuak dek hujan, dianjak tak layua, dibubuik
tak mati.
Kebenaran yang dikandung oleh Adat Minangkabau, karena ajarannya bersumber dari ketentuan alam yang disusun jadi pepatah yang senantiasa kebenarannya tidak dapat dibantah.
390. Tabujua lalu tabalintang patah.
Untuk mempertahankan kebenaran hendaklah dengan kegigihan yang
sungguh-sungguh.

391. Tarandam-randam indak basah, tarapuang-apuang indak hanyuik.
Sesuatu perkara yang tidak jelas duduknya, selesai tidak diusutpun tidak.
392. Tak ujuang pangka mangganai, saragi baliak batimba.
Seseorang yang mempunyai pengetahuan dan alat-alat yang lengkap, yang dapat dipakai serba guna.
393. Tasingguang kanai miangnyo, tagisia kanai rabehnyo.
Kesalahan yang dibikin oleh seseorang, merembet-rembet kepada orang lain.
394. Tak siriah pinang mamalan, tak pasin anguakpun tibo.
Seseorang yang pandai mengikat seseorang dengan suatu perhitungan.
395. Tak laju bandiang mamacah, tak lalu dandang di aia, digurun ditajakkan juo.
Seseorang yang berpikiran jahat kepada orang lain, dia selalu berusaha untuk
melaksanakan dimana dan kapan saja.

396. Tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum ambun, tarapuang samo hanyuik, tarandam samo basah.
Kerja sama yang baik dalam masyarakat, kesatuan hati dan pikiran, kesatuan
pendapat dan gerak adalah pokok utama.

397. Titiak buliah ditampuang, maleleh buliah dibaliak.
Hasil kerja sama yang baik ini akan dapat dinikmati bersama oleh orang
banyak.

398. Tagak indak tasundak, malenggang indak tapampeh.
Seseorang pemimpin yang punya wewenang penuh dan wibawa.
399. Talalok talalu mati, manyuruak talalu hilang.
Seorang pandai yang meinsulirkan diri dari masyarakat dan tak ingin
bertanggung jawab.

400. Tinggi lonjak gadang galapuah, nan lago dibawah sajo.
Sifat seseorang yang senantiasa segala pandai dihadapan orang yang tak tahu,
tetapi sebenarnya kosong belaka.

401. Tampek bagantuang nan lah sakah, bakeh bapijak nan lah taban.
Kehilangan orang yang akan membimbing dan membela, sianak kehilangan
ayahnya.

402. Talangkang carano kaco, badarai carano kendi, padi nan samo rang
gantangkan. Bacanggang karano budi, bacarai karano baso, itu nan samo rang pantangkan.
Berpisah dan berpecah hati satu dengan yang lain akibat budi telah rusak dan
karena kurang sopan sangat tidak di ingini dalam adat Minangkabau dalam
bergaul dengan siapa saja.

403. Hiduik batungkek batang bodi, mati bapuntiang ditanah sirah. Jikok
pandai bamain budi, dalam aia badan indak basah.
Dalam pergaulan kalau budi selalu diamalkan dan menjadi perhatian terhadap
diri dan orang lain, keuntungannya sangat banyak sekali.

404. Taparosok kudo kabanda, bari baganto kapalonyo. Elok rundiangan kato babana, supayo sagalonyo elok balaku.
Lebih baik dalam hidup bergaul suka berterus terang, dari pada memakai sifat
tidak jujur.

405. Tambo sapantun bungka jalo, tuangan amuahnyo hilang, tapi pusako lamo baitu juo.
Adat sebagai kebudayaan mungkin berobah, dari yang kurang kepada yang lebih sempurna, tetapi budi akan tetap seperti semula.
406. Tungku nan tigo sajarangan, tali nan tigo sapilin.
Tiga aturan di Minangkabau yang harus ditaati oleh masyarakat, yakni Adat,
Syarak dan Pemerintah.

407. Tumbuah dicupak dililisi, tibo diundang dikurasai, kalau takilan dalam
hati, lah patuik kini dikurasai.
Ketiga-tiga aturan yang berjalin menjadi satu dalam diri orang Minangkabau,
perlu sama-sama diperdalam dan dipelajari.

408. Talangkah suruik, sasek kumbali, baitu faham handaknyo, kato rang tuo indak dituruik binaso badan kasudahannyo.
Segala nasehat dan pelajaran yang baik dari orang tua harus dituruti kalau
tidak kita sendiri akan binasa.

409. Tiok nagari basuku-suku, nan suku babuah paruik, kato adaik mangko
baitu,urang tuo lah lamo hiduik.
Ajaran adat menekankan yang demikian karena orang tua hidupnya telah lama,
pengalamannya telah banyak.

410. Tunggau disubarang lautan nampak, gajah dipalupuak mato indak
kalihatan.
Seseorang yang tahu menyalahkan orang lain, tetapi lupa melihat kesalahannya
sendiri.

411. Tak sio-sio tampuo basarang randah, kalau indak ado ba-ado.
Jangan disangka sesuatu yang dibiarkan begitu saja nampaknya, tetapi pasti
ada orang yang mengangawasinya.

412. Tagisia labiah bak kanai, tasingguang labiah bak jadi.
Seseorang yang dalam perasaannya, dan jauah jangkauan pikirannya terhadap
kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi.

413. Tasisiah atah jo bareh, basibak kumpai jo kiambang.
Dalam duduk bersama akan nyata bedanya antara orang berpengetahuan dan
ber-ilmu dari pada orang yang tidak berpengetahuan.

414. Tabik pantang tarubah, biaso jadi parangai, lah tuo jadi pakaian.
Sifat yang baik dan buruk kalau telah dibiasakan semenjak kecil akan
berbekas sampai dihari tua.

415. Tibo dikandang kabau manguek, tibo dikandang kambiang mambebek,
dikandang bantiang malanguah.
Setiap kita harus pandai menyesuaikan diri dimana saja kita berada, dengan
mengetahui adat istiadat setempat.

416. Tak baban batu digaleh, umua habih jaso indak ado.
Seseorang yang mengerjakan pekerjaan yang tidak mendatangkan hasil.
417. Tunjuak luruih kalingkiang bakaik, papek dilua runciang didalam.
Orang yang selalu bermuka baik dan bermulut manis tetapi hatinya busuk dan
dengki.

418. Taranbau diimpik janjang, lah seso sansaro tibo.
Seseorang yang mendapat kesengsaraan yang datang bertubi-tubi.
419. Tangsi curup muaro aman, lebong dibukak dek maskapai. Bundo kanduang taguahkan iman, malapeh anak dagang sansai.
Kata-kata pantun seorang anak diwaktu hendak berpisah dengan kampung
halaman.



=U=
420. Ukua jo jangko kok indak tarang, susunan niniak moyang kito. Dek rancak kilek loyang datang, intan disangko kilek kaco.
Kebudayaan asli akan dikalahkan setidak-tidaknya akan dipengaruhi oleh
kebuda yaan asing, kalau kiranya tidak mencintai dan mengamalkan kebudayaan sendiri.

421. Urang tuo saundang-undang, panghulu sabuah hokum, candiko pandai
batenggang, budiman sifat panyantun.
Sifat yang harus dimiliki oleh orang tua da pemimpin, cendekia dan para
budiman.

422. Uraian barih jo balabeh, sahinggo durian ditakuak rajo, supayo budi samo marateh, usaho galian dek basamo.
Untuk kembali kebudayaan menjadi kecintaan dan penghayatan masyarakat, perlu kerja sama yang baik semua pihak.
423. Umpamo jawi balang puntuang, didulukan inyo manyipak, dikamudiankan inyo mananduak.
Sifat seseorang yang tidak baik, mau menang sendiri, yang tidak memikirkan
keselamatan orang lain, yang jadi persoallan baginya selalu dia kemukakan,
sedang dia tidak mempunyai kemampuan.

424. Umpamo kancah laweh arang, umpamo tabu saruweh.
Seseorang suka bicara tanpa memikirkan orang lain tersinggung, banyak bicara
tapi tidak bisa kerja.

425. Urang pambagih gadang hutang, urang pandareh lakeh kanai, urang pancameh mati jatuah, urang pandingin mati hanyuik.
Sifat dalam bertindak dan berbuat tanpa dipikirka semasak-masaknya selalu
tergesa gesa, menemui akibat yang tidak baik.

426. Urang pamanggok lapa paruik, urang parentak gadang kanai.
Seseorang yang mudah tersinggung, dan pemarah juga sifat yang harus
dihindarkan.

427. Usua samo dipamain, cabua samo dibuang.
Setiap kejadian harus diselidiki lebih jauh dan dihindarkan membuat kerja
cabul.

428. Undang-undang nan duo baleh, ganti tuladan dek panghulu, itulah suri nan tarantang Cupak kok dipapek rang mangaleh, jalan kok diasak rang lalu, tikamkan karih nan dipinggang.
Kebudayaan asli bangsa harus kita pertahankan dengan segala tenaga dan
kekuatan yang ada walau dengan nyawa sekalipun.

429. Urang Makkah mambao taraju, urang Bagdad mambao talu, dimakan bulan puaso. Rumah gadang basandi batu, adat basandi dengan alua, itulah kaganti rajo.
Ajaran Adat Minangkabau dikiaskan dengan kenyataan, seperti rumah bersendi
batu kuat dan kokoh dan bersendi alur atau kebenaran yang tidak ada
bandingannya yakni ( Syarak ).

430. Ula lalok nan usah dijagokan, aia nan tanang usah dikaruahi.
Janganlah berbuat pekerjaan yang sia-sia dan berbahaya, dan menimbulkan
kekeru- han dalam masyarakat.

431. Umua panjang batungkek sabuak, usah takasiah dalam hiduik.
Pikirkanlah ekonomi dan kesayangan orang dihari tua, jangan bersifat boros
dalam hidup.

432. Usang-usang dibarui, lapuak-lapuak dikajangi.
Adat sebagai kebudayaan dan sebagai budi pekerti, terus dikembangkan dan
dibina.
Continue reading →